Sunday, November 25, 2007
versi terbaru dari korek jankopings
telepon ke Klaten
Hari senin, tanggal 19 november 2007 kami mencoba menelepon U.D. Ramayana yang memproduksi teh Narayana. Pertama-tama kami menghubungi108 dan diberitahu bahwa jika ingin menghubungi nomor daerah Klaten harus menghubungi informasi di daerah klaten dengan nomor 0272108.setelah kami menghubungi beberapa kali tidakdiangkat, kemudian diangkat, kami sunguh senang sekali.dan diberitahu nomor U.D Ramayana yaitu 0272325735. tapi kami hubungi beberapa kali tidak diangkat-angkat dan berkali-kali juga tidak diangkat. sampai sekarang kami berusaha tapi tidak diangkat juga. kami hanya mengharapkan hingga waktu pameran saja.
survei Ke daerah Glodok
Hai ketemu lagi dengan kelompok kresno
Tau ga si kemaren hari kamis tanggal 15 november 2007, kami mencari data dengan pergi survey ke daerah glodok, jakarta Barat untuk mencari tahu tentang keberadaan kemasan kami di pasaran. Kami banyak mendapatkan informasi yang tidak terduga, salah satunya tentang kemasan setanggi yang kami bahas ternyata adalah kemenyan untuk mendoakan orang meninggal dan dijual dengan harga sepak sekitar 2000 rupiah. Dan sampai sekarang banyak dijual di daerah jembatan lima. Jika anda ingin membelinya , silakan pergi ke daerah jembatan lima.
Selain itu untuk kemasan klembak sentel ternyata terbuat dari bahan baku tanaman klembak yang sekarang ini terdapat di jawa tengah yang merupakan bumbu dalam pembuatan rokok. Hampir sama dengan tembakau, hanya saja klembak memiliki aroma tersendiri untuk membuat rokok lebih harum. Biasanya malah tembakau dicapurkan dengan klembak untuk mendapatkan hasil rokok yang maksimal. Tapi untuk sekarang ini kemasan klembak sentel sangat sulit diperoleh di daerah jakarta karena sekarang proses pembuatan rokok kebanyakan berpusat di daerah karena dekat dengan bahan baku sedangkan hasilnya yang dikirimkan ke daerah perkotaan untuk dipasarkan.
Kami juga menemukan kertas rokok cap narayan seperti Gambar di bawah ini:
Kami meneliti tentang teh Narayana tetapi setelah kami cari, kami malah mendapatkan kemasan kertas rokok narayana. Kemasan rokok yang kami dapatkan pun gambar utamanya adalah wayang juga. Yang berarti memang dalam pengambilan nama, hal utama yang terpikirkan adalah cerita narayana.
Kami meneliti tentang teh Narayana tetapi setelah kami cari, kami malah mendapatkan kemasan kertas rokok narayana. Kemasan rokok yang kami dapatkan pun gambar utamanya adalah wayang juga. Yang berarti memang dalam pengambilan nama, hal utama yang terpikirkan adalah cerita narayana.
Friday, November 23, 2007
analisis label rembulan(new edition)
REMBULAN
Ekspresionis
a. elemen utama berupa gambar matahari yang seakan-akan terbit dan dibawahnya ada gelombang. Gambar kurang cocok dengan merk capnya. Mungkin produsen ini ingin menggambarkan labelnya dengan gambar bulan agar sesuai dengan merk capnya, akan tetapi gambar tersebut lebih menyerupai matahari.
b. Elemen pendukung berupa ornamen tulisan rembulan disetiap sisi dan disudut atas kiri dan kanan maupun sudut bawah diberi ornamen bentuk persegi agar terlihat serasi komposisinya.
c. Warnaya cenderung monoton namun disini mungkin pada zaman dahulu, cetak berwarna masih cukup mahal sehingga produsen menggunakan dua warna yang sesuai dengan nama merk produknya. Labelnya pun tidak menggunakan kertas seperti biasanya, tetapi menggunakan kertas minyak coklat karena pada waktu itu kertas masih mahal.
d. Layoutnya : Asimetris
e. Nama rembulan mungkin diambil dri nama tata surya (benda – benda yang ada dilangit) karena produsennya ingin menunjukan kepada konsumennya bahwa kertas rokok seperti ini manis seperti rembulan dimalamhari yang terlihat manis dilangit malam.
Impresionis
a. Gaya desain : dilihat dari tipografinya, kertas rokok cap rembulan ini mengadopsi gaya desain.........
b. Konteks budaya : mendapat mendapat pengaruh budaya jawa indonesia (melayu) terlihat dari nama produsennya dan daerah pembuatannya. Dari tipografinya merupakan turunan buadaya melayu.
c. Konteks sosial : dilihat dari label dan desainnya, si produsen ingin meyakinkan konsumen / masyarakat pada waktu itu bahwa produknya layak (terlihat dari kata ”pakailah selalu”) untuk dikonsumsi dan mampu bersaing dengan produk sejenisnya sehingga produsen membutuhkan kerja sama dari para konsumennya demi tercapainya kepuasan dari kedua belah pihak (produsen &konsumen). Mungkin dengan cara si produsen memberikan harga yang pas dengan kantong (uang) konsumennya. Hal ini sebagai atribut yang melekati merk sebagai sebuah klaim diri produsen dan sekaligus sugesti untuk konsumen.
Kebutuhan masyarakat pada waktu itu sekitar tahun 90-an seperti dalam masa dimana orang – orang suka merokok tetapi dalam keuangan yang cukup (tidak lebih dan kurang). Secara keseluruhan desain labelnya sederhana, tidak meriah sehingga tidak memusingkan untuk dilihat, hanya sangat disayangkan ekspresi visualnya masih kurang baik.
analisis daun tembakau(new edition)
Daun Tembakau
Ekspresionis
a. elemen utama berupa dua gambar daun. Dua nama daun ini untuk mencirikan nama produk/merknya.
b. Ornamen / elemen pendukungnya berupa garis vertikal yang berwarna kuning.
c. Desainnya terlihat sederhana akan tetapi perpaduan warnanya kontras walaupun hanya menggunakan 3 warna yaitu warna hijau untuk mencirikan warna daun dan kuning yang agak kecoklatan untuk mencirikan tembakau serta warna putih sebagai space / pemanis.
d. Tipografinya: menggunakan jenis huruf yang cukup bervariasi, dilihat dari jenis huruf yang digunakan pada kata daun tembakau, mungkin produsennya menerapkan gaya desain art deco
e. Layoutnya : Asimetris
f. Produsen menggunakan Tjap daun tembakaumungkin dari salah satu nama tumbuhan untuk mewakili produk tsb.
Impresionis
a. Gaya desain : dilihat dari tipografinya, label ini mengadopsi gaya desain art deco yaitu diketahui pada jenis huruf yang digunakan pada era art deco terdapat pada kata daun tembakau.
b. Konteks budaya : label ini dilihat dari desainnya mendapat pengaruh dari budaya indonesia sendiri. Karena produsennya mungkin ingin tetap mempertahankan budaya lokal didalamnya karena ini adalah produk dalam negeri sendiri.
c. Konteks sosial : dilihat dari desain labelnya, produsen ingin menunjukan kepada konsumen bahwa produk ini layak beredar dan dikonsumsi oleh konsumen. Desainnya terlihat sederhana tetapi perpaduan oenamen garis dan warna terlihat kontras, sesuai, cocok dan warnanya mencolok. Hal ini dibuat berbeda oleh produsen agar membedakan dirinya dengan produk sejenisnya, dengan ini dia menyatakan diri pada produsen.
d. Dari label ini dapat ditafsirkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat pada waktu itu cukup baik, keadaan ekonomi pada waktu itu pun bisa dibilang baik, terlihat dari bahan / material yaitu kertas yang digunakan.
Subscribe to:
Posts (Atom)