Wednesday, October 31, 2007

analisis Jamu empek Tong Seng (New Edition)

Jamu Cap Empek Tong Seng Jenis rancangan : Kemasan Jenis Produk : Jamu Kelangsingan Tubuh Nama Produk : Jamu Kelangsingan Tubuh Cap. Empek Tong Seng No. Daftar Legal : TR. 873221671 Ukuran : Tinggi : Lebar : Warna Dominan : Hijau dan Orange Ekspresionis : a. Elemen Utama (gambar Utama) Tiga pasang pria dan wanita yang berbeda ukuran tubuh. Sepasang yang bertubuh besar terdapat di tengah, sepasang yang bertubuh sedang berada di sebelah kiri dan sepsang yang bertubuh langsing berada disebelah kanan. b. Elemen Pendukung Terdapat gambar atau foto orang tua ( disebelah kiri bawah) yang diduga adalah pemilik/pembuat jamu tersebut c. Warna Warna didominasi dengan warna Hijau sebagai warna dasar pada kemasan dan warna orange sebagai background dari gambar utama, serta warna hitam yang dipakai untuk warna pada Teks d. Tipografi Jenis huruf / font yang dipakai : "Cap Empek Tong Seng" dan Keterangan lainnya: Arial "Jamu" : Century Gothic "Kelangsingan Tubuh" : Arial Narrow e. Lay Out Layout yang digunakan cukup menarik karena tidak monoton ( keterangan ada yang disebelah kiri dan kanan serta tengah) sehingga, cukup enak dilihat f. Arti Nama Nama pada kemasan memakai nama dari pembuat atau pemilik jamu. Kata "Empek" merupakan budaya Tionghoa yang menyebut laki-laki yang sudah berumur (om-om) sebagai Empek. Instrumentalistik : g. Gaya Desain h. Konteks Budaya Elemen desain dipengaruhi oleh budaya : Tionghoa; Eropa; dilihat dari model pakaian yang dipakai oleh tiga pasang pria dan wanita tersebut. Model pakaian ini banyak dipakai pada era tahun 1956an dimana saat itu Indonesia sedang banyak menerima pengaruh dari Negara barat, termasuk Negara eropa. Tipografi Merupakan Turunan dari Budaya : Arial; huruf arial di desain untuk monotype pada tahun 1982 oleh Robin Nicolas dan patricia Saunders. Perkembangan sementara desain huruf san-serif, huruf arial mengandung karakter yang lebih bersahabat dan lebih modern dari kebanyakan pendahulunya dalam akhir abad 20. keseluruhan kurva huruf terlihat lebih lembut dan menarik daripada kebanyakan industri desain sans-serif yang dihadapi. Ketebalan kait dipotong secara diagonal yang membantu memberikan tampilan huruf yang sangat multifungsi, yang dapat ditampilkan dengan baik untuk tampilan dalam laporan, presentasi, majalan, dsb dan untuuk tampilan display yang digunakan dalam koran, iklan dan promosi Century Gothic; Arial Narrow; adalah bentuk Condensed ( hurufnya lebih menyempit dan space untuk tulisan lebih banyak ) dari Jenis Huruf / Font Arial. i. Konteks Sosial

Saturday, October 20, 2007

Survei pendapat

Pada tanggal 20 Oktober 2007, kami melakukan beberapa survei pendapat orang lain mengenai label yang kami bahas. Kami banyak mendapat masukan dari beberapa pendapat tersebut yang bila dilihat dari sudut pandang berbeda dengan bidang yang berbeda, dalam membahas label kemasan, banyak pendapat yang terlihat lebih realistik walaupun tanpa adanya data. Kami hanya memperlihatkan gambar visual seluruh label dalam satu kertas ukuran a4. profil dari orang-orang yang kami mintai pendapat, tidak dapat kami tuliskan pada kesempatan ini untuk menghargai privasi mereka. Kami hanya dapat memberitahu bahwa mereka ada di bidang ekonomi. Kami menyimpulkannya menjadi point-point,diantaranya:
  1. mereka mengatakan bahwa font yang digunakan harus melihat dari sasaran target pasar, seperti font pada jamu kelangsingan tubuh empek Tongseng menggunakan jenis huruf yang formal karena jamu kebanyakan dikonsumsi oleh orang tua. Meskipun bila ada anak muda yang minum jamu, kemungkinan hal tersebut merupakan perintah orangtuanya, bukan kehendaknya. akan rancu jadinya, bila jamu Empek Tongseng menggunakan jenis font yang meliuk-liuk atau terlihat lucu, karena konsumen akan melihat bahwa produk tersebut tidak serius dan akhirnya menjadi tidak laku di pasaran.
  2. lain lagi hal bila produk menggunakan jenis huruf untuk menjadikan produk tersebut terkenal dengan logotypenya. Sehingga orang bila meihat dari jauh pun dapat mengenali produk tersebut dengan sendirinya. Hal itu menandakan karakteryang dimiliki oleh produk.
  3. ada yang berpendapat label cap cowboy harus diganti karena desainnya yang sudah tua terlihat dari gambarnya yang kurang menarik, kurangjelas,dan bahkan kita tidak bisa membedakan apakah itu iklan layanan masyarakat, poster, atau label kemasan.
  4. sedangkan bila dibandingkan dengan label korek api derjonkopings menurut pendapat orang tersebut, desainnya terlihat kuno classic dan tidak perlu diredesign karena label tersebut sudahmempunyai nama di pasaran dan desainyang turun temurun. Bahkan bila desainnya diubah, akan menurunkan brand power yang dimiliki produk tersebut karena masyarakat tidak mengenalinya lagi.
  5. seperti pada nomor 1, desain layout serta ilustrasi yang dibuat harus melihat dari barang yang diproduksi. Seperti pada kasus jamu, desain sebagus apapun tidak mempengaruhi penjualan karena orang melihat dari mutu jamu tersebut, berkhasiat atau tidak. Lain halnya untuk barang-barang yang dapat terlihat bagus dengan desain kemasan,akan mempengaruhi penjualan.

Perkembangan Huruf Cetak

Perkembangan Huruf Cetak (Diktat Metode Reproduksi Grafika – FSRD Universitas Tarumanagara © 2003. Noor Riyadhi )
  • - Huruf Teks
pelopor : Gutenberg Jenis huruf : Textura ( Jerman ), Gothic Bold dan Black letter (Inggris) Huruf Textura adalah huruf dengan gaya tulisan tangan dan bentuknya seperti tulisan dengan menggunakan pena bulu angsa. Gutenberg menggunakan huruf Textura untuk huruf-huruf lepas yang dibuatnya dan digunakan untuk penyusunan teks buku Bible pada tahun 1450 sebanyak 215 exemplar.
  • - Huruf Oldstyle
Tipografer Jean Claude Garamond (1530) dan william Caslon (1720) berusaha menyempurnakan bentuk huruf dengan menambahkan goresan tipis pada bagian atas huruf dan agak tebal pada bagian bawah huruf serta lengkungan (fillet) serif yang agak tajam dari yang semula agak landai.
  • -Huruf Transitional
perubahan bentuk huruf kemudian dilakukan oleh John Baskerville (1757) dari Birmingham - Inggris. Serif yang landai (bracketed) dicoba dibuat lebih menajam ke batang huruf, dan counter huruf-huruf lebih cenderung penekanan vertikal, serta perbedaan tipis tebal batang huruf yang dominan. Kertas wove pertama kali digunakan Baskerville untuk mencetak, dengan permukaan kertas yang lembut memungkinkan mencetak huruf yang sangat tipis dan halus.
  • -Huruf Modern
istilah ”modern” ini terkadangmembuat sedikit Membingungkan karena meskipun Bodoni (1780) membuatdesain hurufpadaabad 18, istilah” modern” initetap dipakai untuk huruf yangdibuat olehnya. Dalam membuat huruf, Bodoni menggunakan unsur tebal tipis batang huruf yang sangat kontras dan menggunakan serif yang tidak melengkung ataupun landai, tetapi dengan menggunakan serif tipis dan lurus 90° pada batang huruf.
  • -Huruf Square / Slab Serif
Jenis huruf : Antique Pelopor : Vincent Figgins pada tahun 1815. Huruf Antique menggunakan batang huruf yang tebal dengan proporsi batang huruf yang sama besar (monolite) dengan serif yang berbentuk persegi (square) dan tebalnya sama dengan batang huruf. Kelompok Slab serif mengingatkan masyarakat Inggris pada piramid Mesir, maka jenis huruf ini disebut Egyptian yang terasa pembuatannya diilhami oleh gaya arsitektur mesir yang kokoh dan berbentuk persegi.
  • -Huruf Sans Serif
Tahun 1835 WilliamThorowgood dan Robert Thorne memasarkan huruf tanpa serif. Huruf tersebut dinamakan Grotesque / gothic dan agar tidak rancu diberi nama sans serif. Selanjutnya huruf sans serif mengalami perkembangan lain karena adanya tuntutan kebutuhan pemakaian huruf dan juga pertimbangan pemasaran. Selain itu mendapat pengaruh pula dengan berdirinya sekolah bauhaus tahun 1919 yang menekankan sesuatu pada hal yang fungsional seperti gagasannya yaitu, what ever is artistic must be functional. Yang berarti sebuah huruf tidak saja menekankan artistik tapi juga harus mudah dipahami dan jelas (legible) bagi pembacanya.
  • -Huruf Novelty
yang biasa disebut huruf display, dekoratif, dan fantasi. Buku-buku sebelum teknik cetak ditemukan umumnya sudah dihiasi dengan huruf penghias atau dekoratif. Kemudian pencetak mencoba huruf initial dari timah yang diukir dengan ornamen tertentu, dicetak dengan satu atau dua warna. Pada masa percetakan buku berkembang sebagai bentuk ”craft”, kecenderungan untuk menghias halaman dengan ornamen terus meningkat seperti terlihat pada judul lengkap, judul bab, dan tailpieces. Huruf novelty banyak digunakan untuk kebutuhan iklan.
  • -Script-Cursive
Jenis huruf : script, lettre courante (paris), secretaryhand (Inggris), Civilite. Pelopor : Robert Granjon diparis 1557 Pada dasarnya menggunakan tangan. Dalam pembuatannya ada dua jenis huruf tulis yaitu cursive yang setiap huruf saling terpisah dan huruf script yang saling menyambung. Huruf script dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: Caligraphic - gaya tulisan berdasarkanpena kaligrafiyang lebar. English Round Hand - gaya tulisan yang formal. Brush Script - gaya tulisan dengan kuas.

Sekilas tentang huruf Times News Roman

Diktat Metode Reproduksi Grafika – FSRD Universitas Tarumanagara © 2003. Noor Riyadhi Ketika surat kabar The London Times tahun 1887 mencoba membuat huruf baru agar tampilan desain surat kabar mempunyai penampilan huruf yang berbeda dengan surat kabar lainnya, maka dibuat huruf New Times Roman atau disingkat huruf Times sesuai dengan nama surat kabar. Sampai sekarang huruf Times merupakan huruf yang paling banyak dipakai,baik untuk buku, majalah, surat kabar dan produk cetak lainnya. Times dapat dikatakan merupakan salah satu jenis huruf standar yang memperlihatkan bantuk huruf yang sangat legibel. Sehingga ada suatu saran dari perusahaan pembuat huruf yang ditujukan bagi mereka yang awam tipografi, apabila bingung memilih jenis huruf, pilih saja Times. Dengan kata lain huruf Times mempunyai ketebacaan (legibility) yang baik untuk susunan teks semua produk cetak dan merupakan standar huruf yang digunakan untuk susunan teks.

Thursday, October 18, 2007

SEKILAS Tentang Ramayana

Ramayana dari bahasa Sansekerta, Ramayana yang berasal dari kata Rama dan Ayana yang berarti "Perjalanan Rama", adalah sebuah cerita epos dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki) atau Balmiki. Cerita epos lainnya adalah Mahabharata. Ramayana terdapat pula dalam khazanah sastra Jawa dalam bentuk kakawin Ramayana, dan gubahan-gubahannya dalam bahasa Jawa Baru yang tidak semua berdasarkan kakawin ini. Dalam bahasa Melayu didapati pula Hikayat Seri Rama yang isinya berbeda dengan kakawin Ramayana dalam bahasa Jawa kuna. Di India dalam bahasa Sansekerta, Ramayana dibagi menjadi tujuh kitab atau kanda sebagai berikut:
  1. Balakanda
  2. Ayodhyakanda
  3. Aranyakanda
  4. Kiskindhakanda
  5. Sundarakanda
  6. Yuddhakanda
  7. Uttarakanda
Beberapa babak maupun adegan dalam Ramayana dituangkan ke dalam bentuk lukisan maupun pahatan dalam arsitektur bernuansa Hindu. Wiracarita Ramayana juga diangkat ke dalam budaya pewayangan di Nusantara, seperti misalnya di Jawa dan Bali. Selain itu di beberapa negara (seperti misalnya Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Philipina, dan lain-lain), Wiracarita Ramayana diangkat sebagai pertunjukan kesenian. Terdapat beberapa versi cerita tentang Ramayana: Wiracarita Ramayana terdiri dari tujuh kitab yang disebut Saptakanda. Urutan kitab menunjukkan kronologi peristiwa yang terjadi dalam Wiracarita Ramayana. Nama kitab
  • Balakanda
  • Kitab Balakanda merupakan awal dari kisah Ramayana.Kitab Balakanda menceritakan Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra. Prabu Dasarata berputra empat orang, yaitu: Rama, Bharata, Lakshmana dan Satrughna. Kitab Balakanda juga menceritakan kisah Sang Rama yang berhasil memenangkan sayembara dan memperistri Sita, puteri Prabu Janaka.
  • Ayodhyakanda
  • Kitab Ayodhyakanda berisi kisah dibuangnya Rama ke hutan bersama Dewi Sita dan Lakshmana karena permohonan Dewi Kekayi. Setelah itu, Prabu Dasarata yang sudah tua wafat. Bharata tidak ingin dinobatkan menjadi Raja, kemudian ia menyusul Rama. Rama menolak untuk kembali ke kerajaan. Akhirnya Bharata memerintah kerajaan atas nama Sang Rama.
  • Aranyakanda
  • Kitab Aranyakakanda menceritakan kisah Rama, Sita, dan Lakshmana di tengah hutan selama masa pengasingan. Di tengah hutan, Rama sering membantu para pertapa yang diganggu oleh para rakshasa. Kitab Aranyakakanda juga menceritakan kisah Sita diculik Rawana dan pertarungan antara Jatayu dengan Rawana.
  • Kiskindhakanda
  • Kitab Kiskindhakanda menceritakan kisah pertemuan Sang Rama dengan Raja kera Sugriwa. Sang Rama membantu Sugriwa merebut kerajaannya dari Subali, kakaknya. Dalam pertempuran, Subali terbunuh. Sugriwa menjadi Raja di Kiskindha. Kemudian Sang Rama dan Sugriwa bersekutu untuk menggempur Kerajaan Alengka.
  • Sundarakanda
  • Kitab Sundarakanda menceritakan kisah tentara Kiskindha yang membangun jembatan Situbanda yang menghubungkan India dengan Alengka. Hanuman yang menjadi duta Sang Rama pergi ke Alengka dan menghadap Dewi Sita. Di sana ia ditangkap namun dapat meloloskan diri dan membakar ibukota Alengka.
  • Yuddhakanda
  • Kitab Yuddhakanda menceritakan kisah pertempuran antara laskar kera Sang Rama dengan pasukan rakshasa Sang Rawana. Cerita diawali dengan usaha pasukan Sang Rama yang berhasil menyeberangi lautan dan mencapai Alengka. Sementara itu Wibisana diusir oleh Rawana karena terlalu banyak memberi nasihat. Dalam pertempuran, Rawana gugur di tangan Rama oleh senjata panah sakti. Sang Rama pulang dengan selamat ke Ayodhya bersama Dewi Sita.
  • Uttarakanda
  • Kitab Uttarakanda menceritakan kisah pembuangan Dewi Sita karena Sang Rama mendengar desas-desus dari rakyat yang sangsi dengan kesucian Dewi Sita. Kemudian Dewi Sita tinggal di pertapaan Rsi Walmiki dan melahirkan Kusa dan Lawa. Kusa dan Lawa datang ke istana Sang Rama pada saat upacara Aswamedha. Pada saat itulah mereka menyanyikan Ramayana yang digubah oleh Rsi Walmiki.
Ringkasan Cerita Prabu Dasarata dari Ayodhya Wiracarita Ramayana menceritakan kisah Sang Rama yang memerintah di Kerajaan Kosala, di sebelah utara Sungai Gangga, ibukotanya Ayodhya. Sebelumnya diawali dengan kisah Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra. Dari Dewi Kosalya, lahirlah Sang Rama. Dari Dewi Kekayi, lahirlah Sang Bharata. Dari Dewi Sumitra, lahirlah putera kembar, bernama Lakshmana dan Satrugna. Keempat pangeran tersebut sangat gagah dan mahir bersenjata. Pada suatu hari, Rsi Wiswamitra meminta bantuan Sang Rama untuk melindungi pertapaan di tengah hutan dari gangguan para rakshasa. Setelah berunding dengan Prabu Dasarata, Rsi Wiswamitra dan Sang Rama berangkat ke tengah hutan diiringi Sang Lakshmana. Selama perjalanannya, Sang Rama dan Lakshmana diberi ilmu kerohanian dari Rsi Wiswamitra. Mereka juga tak henti-hentinya membunuh para rakshasa yang menggangu upacara para Rsi. Ketika mereka melewati Mithila, Sang Rama mengikuti sayembara yang diadakan Prabu Janaka. Ia berhasil memenangkan sayembara dan berhak meminang Dewi Sita, puteri Prabu Janaka. Dengan membawa Dewi Sita, Rama dan Lakshmana kembali pulang ke Ayodhya. Prabu Dasarata yang sudah tua, ingin menyerahkan tahta kepada Rama. Atas permohonan Dewi Kekayi, Sang Prabu dengan berat hati menyerahkan tahta kepada Bharata sedangkan Rama harus meninggalkan kerajaan selama 14 tahun. Bharata menginginkan Rama sebagai penerus tahta, namun Rama menolak dan menginginkan hidup di hutan bersama istrinya dan Lakshmana. Akhirnya Bharata memerintah Kerajaan Kosala atas nama Sang Rama. Rama hidup di hutan Dalam masa pengasingannya di hutan, Rama dan Lakshmana bertemu dengan berbagai rakshasa, termasuk Surpanaka. Karena Surpanaka bernafsu dengan Rama dan Lakshmana, hidungnya terluka oleh pedang Lakshmana. Surpanaka mengadu kepada Rawana bahwa ia dianiyaya. Rawana menjadi marah dan berniat membalas dendam. Ia menuju ke tempat Rama dan Lakshmana kemudian dengan tipu muslihat, ia menculik Sita, istri Sang Rama. Dalam usaha penculikannya, Jatayu berusaha menolong namun tidak berhasil sehingga ia gugur. Rama yang mengetahui istrinya diculik mencari Rawana ke Kerajaan Alengka atas petunjuk Jatayu. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Sugriwa, Sang Raja Kiskindha. Atas bantuan Sang Rama, Sugriwa berhasil merebut kerajaan dari kekuasaan kakaknya, Subali. Untuk membalas jasa, Sugriwa bersekutu dengan Sang Rama untuk menggempur Alengka. Dengan dibantu Hanuman dan ribuan wanara, mereka menyeberangi lautan dan menggempur Alengka. Rama menggempur Rawana Rawana yang tahu kerajaannya diserbu, mengutus para sekutunya termasuk puteranya – Indrajit – untuk menggempur Rama. Nasihat Wibisana (adiknya) diabaikan dan ia malah diusir. Akhirnya Wibisana memihak Rama. Indrajit melepas senjata nagapasa dan memperoleh kemenangan, namun tidak lama. Ia gugur di tangan Lakshmana. Setelah sekutu dan para patihnya gugur satu persatu, Rawana tampil ke muka dan pertarungan berlangsung sengit. Dengan senjata panah Brahmāstra yang sakti, Rawana gugur sebagai ksatria. Setelah Rawana gugur, tahta Kerajaan Alengka diserahkan kepada Wibisana. Sita kembali ke pangkuan Rama setelah kesuciannya diuji. Rama, Sita, dan Lakshmana pulang ke Ayodhya dengan selamat. Hanuman menyerahkan dirinya bulat-bulat untuk mengabdi kepada Rama. Ketika sampai di Ayodhya, Bharata menyambut mereka dengan takzim dan menyerahkan tahta kepada Rama. Kutipan dari Kakawin Ramayana
  • Ada seorang Raja besar, dengarkanlah. Terkenal di dunia, musuh baginda semua tunduk. Cukup mahir akan segala filsafat agama, Prabu Dasarata gelar Sri Baginda, tiada bandingannya
  • Beliau ayah Sang Triwikrama, maksudnya ayah Bhatara Wisnu yang sedang menjelma akan menyelamatkan dunia seluruhnya. Demikian tujuan Sang Hyang Wisnu menjelma menjadi manusia.
  • Ada sebuah istana bagaikan surga, dipenuhi oleh orang-orang bijak serta luhur perbuatan, di Ayodhya-lah yang cukup terkenal di dunia, itulah istana Sri Baginda Prabu Dasarata
  • Sudah lama Sri Baginda menikah, saling mencintai dengan para permaisurinya, kenikmatan rasa pertemuan itu telah dapat dirasakan, bercumbu rayu dan sejenisnya
  • Timbullah niat Sri Baginda agar berputra, agar berputra karena sudah puas bercinta, namun lama nian beliau tidak berputra, lalu beliau berniat mengadakan ritual
  • Semua perlengkapan upacara sudah dikerjakan, alat upacara pengundang serta tempat para Dewa sudah tersedia, Bhatara Çiwa yang dipuja-Pūja, agar berstana pd api suci itu
  • Sisa sesaji yang dihaturkan oleh Sang Maha Pendeta, sesajen yang sempurna, santapan yang nikmat rasa serta baunya, itulah yang disantap oleh beliau, permaisuri Sri Baginda Raja
  • Demikianlah tidak diceritakan lagi selang waktu itu, para permaisuri kesayangan Prabu Dasarata melahirkan putera, Sang Rama putera yang sulung, dari permaisuri Dewi Kosalya
  • Adapun putera Dewi Kekayi, Sang Bharata yang terkenal sakti mandraguna, sedangkan Dewi Sumitra, berputra Sang Lakshmana dan Sang Satrugna
  • Sang Rama diberi pelajaran tentang panah memanah oleh Bagawan Wasista dalam waktu tidak lama, beserta ketiga adik-adiknya, semuanya pintar cekatan tentang ilmu memanah