Saturday, December 01, 2007

Wayang kulit, patung, dan golek Narayana dan Rmayana

inilah foto kami saat ke museum wayang, kami berfoto bersama di depan Ondel-ondel yang berada tidak jauh dari pintu masuk museum. Sebenarnya takut juga si, takut ondel-ondelnya tiba-tiba bergerak.. ternyata setelah mendengar kisah dari mas Didik kami mendapatkan gambaran tentang wayang meskipun tidak terlalu mengerti, karena silsilah wayang di Indonesia banyak dan Rumit. Menurut mas didik, wayang menunjukkan 70% spiritual yang bias diartikan menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan dan 30% kritik sosial. Dan yang kami tangkap saat itu, mungkin pemilik dari teh Narayana mempunyai spiritual yang tinggi. Cerita wayang tidak semuanya merupakan kisah nyata, ada beberapa yang merupakan rekayasa untuk menggambarkan sifat – sifat orang yang ada di dunia. Tapi bukan berarti sembarangan orang bias membuat cerita baru tentang wayang, karena sudah ada “pakemannya”, istilah mas Didik bilang, alias peraturannya. Dalam Teh Narayana terdapat wayang dari Cerita Ramayana dan cerita Narayana. Kami mengambil beberapa foto yang manggambarkan tokoh cerita Ramayana dan Narayana. enam buah wayang golek buatan Bandung ini menunjukkan tokoh wanita dari cerita Ramayana dan Mahabarata: 1. Sinta 2. Subadra 3. Pergiwati 4. Kunti dan 2 tokoh anonym. Diambil dari cerita Ramayana buatan Bapak Ahim. Terbuat dari Kayu pada tahun 1962 yang merupakan hadiah untuk Gubernur H. Ali Sadikin Kanan: Rama, sinta, lesmana.
kiri: Sugriwa, gunawan wibisana, anoman, trijata

Dalam cerita Narayana (kresna) digambarkan kresna yang sedang Marah (gambar sebelah kiri). Dibuat oleh Bapak Haryono Guritno dari Sanggar Sedayu.

dari kiri ke kanan : hanoman, inang Dewi sinta, balai, Sri Rama, dan laksamana

Seputar tentang Museum Wayang

Pada tanggal 28 November 2007 hari rabu, kelompok kami mengunjungi museum wayang yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No 27, Jakarta Barat. Harga tiket masuk untuk mahasiswa adalah Rp. 1000,-. Menurut pemandu yang bernama mas Didik, gedung Museum wayang ini telah beberapa kali mengalami perombakkan, dibangun pertama kali pada tahun 1640 yang dinamakan De Oude Hollandse Kerk, yang dipergunakan untuk Gereja. Tahun 1732 diperbaiki dan diganti nama Menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk hingga tahun 1808. Kemudian gedung hancur akibat gempa bumi. Di atas bekas reruntuhan inilah dibangun gedung yang akhirnya dipergunakan untuk museum wayang. Di museum ini kita dapat menikmati koleksi lengkap segala macam jenis wayang antara lain wayang dari Indonesia seperti wayang kulit, golek, patung wayang, topeng wayang, wayang Beber, dan lain-lain. Dipamerkan pula wayang dan boneka dari Thailand, Suriname, Cina, Perancis, Inggris, Vietnam, India, Colombia, dan Lain-lain. Secara periodic museum ini juga mengadakan pagelaran wayang yang dapat dinikmati pada hari minggu II, III dan terakhir jam !0.00-14.00 WIB.

Boneka Polandia

Boneka wayang dari India

Boneka wayang dari china

Sunday, November 25, 2007

versi terbaru dari korek jankopings

Kami menemukan pula korekapi Jankopings masih diproduksi dan dipasarkan sampai sekarang. Sekarang kemasannya sudah diperaharui dan dijual dengan harga Rp. 500 perkotak.

telepon ke Klaten

Hari senin, tanggal 19 november 2007 kami mencoba menelepon U.D. Ramayana yang memproduksi teh Narayana. Pertama-tama kami menghubungi108 dan diberitahu bahwa jika ingin menghubungi nomor daerah Klaten harus menghubungi informasi di daerah klaten dengan nomor 0272108.setelah kami menghubungi beberapa kali tidakdiangkat, kemudian diangkat, kami sunguh senang sekali.dan diberitahu nomor U.D Ramayana yaitu 0272325735. tapi kami hubungi beberapa kali tidak diangkat-angkat dan berkali-kali juga tidak diangkat. sampai sekarang kami berusaha tapi tidak diangkat juga. kami hanya mengharapkan hingga waktu pameran saja.

survei Ke daerah Glodok

Hai ketemu lagi dengan kelompok kresno Tau ga si kemaren hari kamis tanggal 15 november 2007, kami mencari data dengan pergi survey ke daerah glodok, jakarta Barat untuk mencari tahu tentang keberadaan kemasan kami di pasaran. Kami banyak mendapatkan informasi yang tidak terduga, salah satunya tentang kemasan setanggi yang kami bahas ternyata adalah kemenyan untuk mendoakan orang meninggal dan dijual dengan harga sepak sekitar 2000 rupiah. Dan sampai sekarang banyak dijual di daerah jembatan lima. Jika anda ingin membelinya , silakan pergi ke daerah jembatan lima. Selain itu untuk kemasan klembak sentel ternyata terbuat dari bahan baku tanaman klembak yang sekarang ini terdapat di jawa tengah yang merupakan bumbu dalam pembuatan rokok. Hampir sama dengan tembakau, hanya saja klembak memiliki aroma tersendiri untuk membuat rokok lebih harum. Biasanya malah tembakau dicapurkan dengan klembak untuk mendapatkan hasil rokok yang maksimal. Tapi untuk sekarang ini kemasan klembak sentel sangat sulit diperoleh di daerah jakarta karena sekarang proses pembuatan rokok kebanyakan berpusat di daerah karena dekat dengan bahan baku sedangkan hasilnya yang dikirimkan ke daerah perkotaan untuk dipasarkan. Kami juga menemukan kertas rokok cap narayan seperti Gambar di bawah ini: Kami meneliti tentang teh Narayana tetapi setelah kami cari, kami malah mendapatkan kemasan kertas rokok narayana. Kemasan rokok yang kami dapatkan pun gambar utamanya adalah wayang juga. Yang berarti memang dalam pengambilan nama, hal utama yang terpikirkan adalah cerita narayana.