Wednesday, October 31, 2007

Analisis Label Dendeng Cap Cowboy (new edition)

Dendeng Cap Cowboy Nama produk: Cap Cowboy, menurut kami asal-usul nama ini sbb: Cow dari bahasa inggris yang berarti sapi sedangkan Boy adalah laki-laki kemungkinan sapi yang biasa diambil dagingnya untuk abon adalah sapi laki/jantan sehingga memakai kata boy. Selain itu mungkin koboi sedang terkenal / ngetren maka diberi nama cap cowboy. Maka cowboy dapat berarti seorang koboi/ sapi jantan. 2 ekspresionistik a. elemen utama : gambar pemandangan yang asri dan indah untuk menunjukkan bahwa abon sapi ini dihasilkan dari daging sapi yang alami, terawat dengan baik, memakan rumput yang baik dan segar sehingga abon ini berkualitas baik. b. elemen pendukung: gambar koboi naik kuda, sapi yang sedang merumput untuk memperkuat brand cap cowboy sehingga menampilkan 2 gambar ini. c. warna warna warna yang digunakan, menyerupai aslinya, hijau untuk rumput, coklat umtuk sapi, gunung agak cokelat kebiruan, pewarnaan memakai gradasi. Namun warna kertas yang putih kurang mendukung untuk suatu produk makanan karena kebanyakan packaging makanan menggunakan warna-warna khas seperti orange, cokelat, merah, kuning dan sebagainya yang terkesan hangat. k. tipografi tipografinya cukup jelas dan ukurannya pas, fontnya simpel dan tingkat keterbacaannya tinggi. Cowboy: co chin Body copy:Boldoldstyle Headline dendeng danabon sapi: arial black l. arti nama: cow boy: koboi(gembala sapi di amerika) cow boy: sapi jantan. impresionistik a. gaya desain: b. Konteks budaya: dipengaruhi budaya Cina dan Amerika. Terlihat dari pemandangan alamnya seperti terdaptpada lukisan-lukisan Cina dan pohonnya seperti pohon bonsai pada lukisan cina juga. Amerika (barat) terlihat adanya gambar koboi sedang naik kuda. c. konteks sosial kemungkinan dendeng dan abon sapi ini adalah makanan untuk kalangan sosial menengah ke atas. karena bahan makanan yang terbuat dasar daging harganya pasti lebih mahal dibandingkan sayuran.

Analisis Kresno (new edition)

Kresno nama produk: Kresno awalnya dari kata kreana/ Krishna (bahasa Sansekerta) adalah salahsatudaridewayangbanyak dipuja olehumathindu. Dalamceritamahabrata kresna adalah tokoh raja yangbijaksana, sakti, danberwibawa namunkarena gambar wayang adalahseni tradisional indonesiayang terutamaberkembangdidaerahBalidanJawa.makaKresna, jikamemakai bahasaJawa menjadiKresno.karena pembuatan atau produksi kemasan ini berada di Jawa. Ekspresionik a. elemen utama: gambarwayang yangmenampilkan cirri khas Indonesia karena wayang adalah seni tradisional indoonesia yang banyak berkembangdi Jawa. Sehingga dengan menampilkan gambar wayang masyarakat sudah tahu kalau produkini berasaldari Jawa. b. elemen pendukung ornamennya hanya garis-garis lengkung atau bergelombang yangmembingkai gambar. c. warna yang digunakan : warna biru, yaitu salah satu dari warnaprimer label kemasan ini menggunakan warnabiru karenawantekini untuk membuat baju menjadi warna biru. j. Tipografinya: Tulisan kresno (clearly gothic/arialblack) Tulisan raja wenter (black moon) e.layout f. arti nama kresnodatau kresnaadalah dewa yangbanyak dipuja oleh umat hindu. Impresionistik: a. labelkemasan initerpengaruh gaya art nouveau b. budaya Jawaterlihat dominan pada kemasan ini dengan adanya gambar wayang sebagai elemen utama c. pada saat itu produk ini digunakan oleh masyarakat untuk mewarnai baju dan sebagainya. Karena waktu ituhargatekstil mahal dan masih sulit didapat terutama yang memiliki bermacam-macam warna. Dengan wantek baju dapat diwarnai sesuai keinginan danlebihmurah.

Analisis Klembak Sentel (new edition)

Klembak Sentel Jenis rancangan : Kemasan Jenis Produk : Tembakau Nama Produk : Klembak Sentel Tjap Pari Nomor Daftar Legal : 154098 Ukuran : - Panjang : 48 mm - Lebar : 48 mm Warna dominan : Kuning kecoklatan Ekspresionistik : a. Elemen utama (gambar utama) bentuk gambar dari 2 tangkai padi yang melingkar, ditengahnya terdapat bentuk lingkaran yang melonjong dan didalamnya terdapat cincin merah yang bersayap b. Elemen pendukung Disekeliling gambar utama terdapat bentuk padi-padi yang lebih kecil dan membentuk sebuah frame / bingkai yang ditengahnya terdapat bentuk seperti gambar mata yang terdapat di sebelah kiri dan kanan bingkai / frame. Serta, terdapat 3 buah gambar yang berbentuk seperti bunga pada bagian atas, kiri dan kanan gambar utama. c. Warna Warna didonimasi dengan warna kuning yang dipakai sebagai background, Warna merah dipakai untuk outline pada gambar utama, sebagian teks, dan ornamen pendukung d. Tipografi Jenis Huruf / Font yang dipakai : 1. "Klembak sentel" : Arial Narrow 2. "Ngereng" dan "G.D.P. 154098" : Arial Narrow 3. "Tjap pari" : Times new roman e. Layout Lay out yang digunakan adalah simetris, dapat dilihat dari penataan gambar dan tipografi huruf yang seimbang dan teratur f. Arti Nama "Klembak" adalah tanaman penghasil obat dan wangi-wangian. Yang kerap digunakan adalah bagian akarnya, yang digunakan sebagai bahan utama rokok tembakau "klembak menyan". Rokok ini populer di kalangan masyarakat menengah ke bawah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. "Sentel" adalah "Ngereng", merupakan istilah bahasa Melayu, yang berarti seperti gerakan mengulat ke kanan maupun ke kiri. Hal ini berupa penegasan sensasi yang didapatkan dari konsumsi produk ini. Instrumentalistik : g. gaya desain h. Konteks Budaya Elemen desain dipengaruhi oleh budaya : Jawa; hal ini terlihat dari gambar padi yang merupakan ciri khas Negara Indonesia sebagai Negara penghasil padi yang cukup besar, dan lambang padi juga merupakan lambang yang merakyat dan juga sebagai lambang kesuburan. selain itu, bentuk frame yang menghiasi desain label ini terlihat sangat "jawa" ( seperti sebagian ornamen dari kain batik). Bahasa yang digunakan pada merek Kemasan/label ini juga menggunakan bahasa jawa. Cina; hal ini dilihat dari warna kuning yang dipakai pada background desain label ini yang banyak dipakai pada jubah kekaisaran pada zaman dulu di china, selain itu warna kuning juga melambangkan kesuburan pada budaya china (kuning=emas=makmur). Tipografi merupakan turunan dari budaya : Arial Narrow; huruf arial di desain untuk monotype pada tahun 1982 oleh Robin Nicolas dan patricia Saunders. Perkembangan sementara desain huruf san-serif, huruf arial mengandung karakter yang lebih bersahabat dan lebih modern dari kebanyakan pendahulunya dalam akhir abad 20. keseluruhan kurva huruf terlihat lebih lembut dan menarik daripada kebanyakan industri desain sans-serif yang dihadapi. Ketebalan kait dipotong secara diagonal yang membantu memberikan tampilan huruf yang sangat multifungsi, yang dapat ditampilkan dengan baik untuk tampilan dalam laporan, presentasi, majalan, dsb dan untuuk tampilan display yang digunakan dalam koran, iklan dan promosi Times New Roman; adalah tipe huruf serif yang pertama digunakan oleh surat kabar times di london pada tahun 1931. Font ini di desain oleh Stanley Morison bersama dengan Starling Burgess dan Victor Lardent English branch of Monotype. Peluncuran pertamanya oleh Monotype Corporation pada tahun 1932. Walaupun belum lama digunakan surat kabar times, font ini sudah banyak digunakan sebagai pada tipografi buku. i. Konteks Sosial Klembak sentel adalah sebuah produk Pangan, yaitu : tembakau yang mempunyai target market rakyat menengah biasa. Seperti pada umumnya, masyarakat menengah ke bawah yang berada didaerah daerah memiliki mata pencaharian di bidang agraris, yaitu pertanian. Hal ini berhubungan dengan aspek sosial budaya di daerah-daerah tersebut. Lambang padi merupakan lambang yang merakyat, juga sebagai lambang kesuburan. Sehingga mengkonsumsi produk ini akan terasa enak karena diproduksi dari bahan-bahan yang sehat dan berkualitas

analisis Jamu empek Tong Seng (New Edition)

Jamu Cap Empek Tong Seng Jenis rancangan : Kemasan Jenis Produk : Jamu Kelangsingan Tubuh Nama Produk : Jamu Kelangsingan Tubuh Cap. Empek Tong Seng No. Daftar Legal : TR. 873221671 Ukuran : Tinggi : Lebar : Warna Dominan : Hijau dan Orange Ekspresionis : a. Elemen Utama (gambar Utama) Tiga pasang pria dan wanita yang berbeda ukuran tubuh. Sepasang yang bertubuh besar terdapat di tengah, sepasang yang bertubuh sedang berada di sebelah kiri dan sepsang yang bertubuh langsing berada disebelah kanan. b. Elemen Pendukung Terdapat gambar atau foto orang tua ( disebelah kiri bawah) yang diduga adalah pemilik/pembuat jamu tersebut c. Warna Warna didominasi dengan warna Hijau sebagai warna dasar pada kemasan dan warna orange sebagai background dari gambar utama, serta warna hitam yang dipakai untuk warna pada Teks d. Tipografi Jenis huruf / font yang dipakai : "Cap Empek Tong Seng" dan Keterangan lainnya: Arial "Jamu" : Century Gothic "Kelangsingan Tubuh" : Arial Narrow e. Lay Out Layout yang digunakan cukup menarik karena tidak monoton ( keterangan ada yang disebelah kiri dan kanan serta tengah) sehingga, cukup enak dilihat f. Arti Nama Nama pada kemasan memakai nama dari pembuat atau pemilik jamu. Kata "Empek" merupakan budaya Tionghoa yang menyebut laki-laki yang sudah berumur (om-om) sebagai Empek. Instrumentalistik : g. Gaya Desain h. Konteks Budaya Elemen desain dipengaruhi oleh budaya : Tionghoa; Eropa; dilihat dari model pakaian yang dipakai oleh tiga pasang pria dan wanita tersebut. Model pakaian ini banyak dipakai pada era tahun 1956an dimana saat itu Indonesia sedang banyak menerima pengaruh dari Negara barat, termasuk Negara eropa. Tipografi Merupakan Turunan dari Budaya : Arial; huruf arial di desain untuk monotype pada tahun 1982 oleh Robin Nicolas dan patricia Saunders. Perkembangan sementara desain huruf san-serif, huruf arial mengandung karakter yang lebih bersahabat dan lebih modern dari kebanyakan pendahulunya dalam akhir abad 20. keseluruhan kurva huruf terlihat lebih lembut dan menarik daripada kebanyakan industri desain sans-serif yang dihadapi. Ketebalan kait dipotong secara diagonal yang membantu memberikan tampilan huruf yang sangat multifungsi, yang dapat ditampilkan dengan baik untuk tampilan dalam laporan, presentasi, majalan, dsb dan untuuk tampilan display yang digunakan dalam koran, iklan dan promosi Century Gothic; Arial Narrow; adalah bentuk Condensed ( hurufnya lebih menyempit dan space untuk tulisan lebih banyak ) dari Jenis Huruf / Font Arial. i. Konteks Sosial

Saturday, October 20, 2007

Survei pendapat

Pada tanggal 20 Oktober 2007, kami melakukan beberapa survei pendapat orang lain mengenai label yang kami bahas. Kami banyak mendapat masukan dari beberapa pendapat tersebut yang bila dilihat dari sudut pandang berbeda dengan bidang yang berbeda, dalam membahas label kemasan, banyak pendapat yang terlihat lebih realistik walaupun tanpa adanya data. Kami hanya memperlihatkan gambar visual seluruh label dalam satu kertas ukuran a4. profil dari orang-orang yang kami mintai pendapat, tidak dapat kami tuliskan pada kesempatan ini untuk menghargai privasi mereka. Kami hanya dapat memberitahu bahwa mereka ada di bidang ekonomi. Kami menyimpulkannya menjadi point-point,diantaranya:
  1. mereka mengatakan bahwa font yang digunakan harus melihat dari sasaran target pasar, seperti font pada jamu kelangsingan tubuh empek Tongseng menggunakan jenis huruf yang formal karena jamu kebanyakan dikonsumsi oleh orang tua. Meskipun bila ada anak muda yang minum jamu, kemungkinan hal tersebut merupakan perintah orangtuanya, bukan kehendaknya. akan rancu jadinya, bila jamu Empek Tongseng menggunakan jenis font yang meliuk-liuk atau terlihat lucu, karena konsumen akan melihat bahwa produk tersebut tidak serius dan akhirnya menjadi tidak laku di pasaran.
  2. lain lagi hal bila produk menggunakan jenis huruf untuk menjadikan produk tersebut terkenal dengan logotypenya. Sehingga orang bila meihat dari jauh pun dapat mengenali produk tersebut dengan sendirinya. Hal itu menandakan karakteryang dimiliki oleh produk.
  3. ada yang berpendapat label cap cowboy harus diganti karena desainnya yang sudah tua terlihat dari gambarnya yang kurang menarik, kurangjelas,dan bahkan kita tidak bisa membedakan apakah itu iklan layanan masyarakat, poster, atau label kemasan.
  4. sedangkan bila dibandingkan dengan label korek api derjonkopings menurut pendapat orang tersebut, desainnya terlihat kuno classic dan tidak perlu diredesign karena label tersebut sudahmempunyai nama di pasaran dan desainyang turun temurun. Bahkan bila desainnya diubah, akan menurunkan brand power yang dimiliki produk tersebut karena masyarakat tidak mengenalinya lagi.
  5. seperti pada nomor 1, desain layout serta ilustrasi yang dibuat harus melihat dari barang yang diproduksi. Seperti pada kasus jamu, desain sebagus apapun tidak mempengaruhi penjualan karena orang melihat dari mutu jamu tersebut, berkhasiat atau tidak. Lain halnya untuk barang-barang yang dapat terlihat bagus dengan desain kemasan,akan mempengaruhi penjualan.