Tuesday, October 02, 2007

Sekilas tentang Kresna

Menurut Mahabharata, Kresna berasal dari Kerajaan Surasena, namun kemudian ia mendirikan kerajaan sendiri yang diberi nama Dwaraka. Dalam cerita Mahabharata, ia dikenal sebagai tokoh raja yang bijaksana, sakti, dan berwibawa. Dalam ajaran agama Hindu, ia dikenal sebagai awatara Dewa Wisnu yang kedelapan. Dalam Bhagawad Gita, beliau adalah perantara kepribadian Brahman (Tuhan Yang Maha Esa) yang menjabarkan ajaran kebenaran mutlak (dharma) kepada Arjuna. Beliau mampu menampakkan secercah kemahakuasaan Tuhan yang hanya disaksikan oleh tiga orang pada waktu perang keluarga Bharata akan berlangsung. Ketiga orang tersebut adalah Arjuna, Sanjaya putra Widura, dan Vyasa. Namun Sanjaya dan Vyasa tidak melihat secara langsung, melainkan melalui mata batin mereka yang menyaksikan perang Bharatayuddha.

Kresna sebagai Awatara sekaligus orang bijaksana memiliki banyak sekali nama panggilan sesuai dengan kepribadian atau keahliannya. Nama panggilan tersebut digunakan untuk memuji, mengungkapkan rasa hormat, dan menunjukkan rasa persahabatan atau kekeluargaan. Nama panggilan Kresna di bawah ini merupakan nama-nama dari kitab Mahabarata dan Bhagawad Gita versi aslinya (versi India). Nama panggilan Kresna adalah: 1. Achyuta (Acyuta, yang tak pernah gagal) 2. Arisudana (penghancur musuh) 3. Bhagavān (Bhagawan, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa) 4. Gopāla (Pengembala sapi) 5. Govinda (Gowinda, yang memberi kebahagiaan pada indria-indria) 6. Hrishikesa (Hri-sikesa, penguasa indria) 7. Janardana (juru selamat umat manusia) 8. Kesava (Kesawa, yang berambut indah) 9. Kesinishūdana (Kesi-nisudana, pembunuh raksasa Kesi) 10. Mādhava (Madawa, suami Dewi Laksmi) 11. Madhusūdana (Madu-sudana, penakluk raksasa Madhu) 12. Mahābāhu (Maha-bahu, yang berlengan perkasa) 13. Mahāyogi (Maha-yogi, rohaniawan besar) 14. Purushottama (Purusa-utama, manusia utama, yang berkepribadian paling baik) 15. Varshneya (Warsneya, keturunan wangsa Wresni) 16. Vāsudeva (Wasudewa, putera Basudewa) 17. Vishnu (Wisnu, penitisan Batara Wisnu) 18. Yādava (Yadawa, keturunan dinasti Yadu) 19. Yogesvara (Yoga-iswara, penguasa segala kekuatan batin)

Sunday, September 30, 2007

ngumpul2 lg(26-09-2007)

kali ini kita lg ngbahas tentang blog ma masukkin hasil pencarian data kita dari perpustakaan bersama referensi...kt wifi d lantai 5,tapi pelan bgt internetnya jd cuma bentar d ngumpulny...he3x...:D

teh wangi ranayana

TEH WANGI RAMAYANA UD. NARAYANA Katagori : Kemasan Produk : Pangan, Teh wangi Legalitas : no:244257 DEPKES. RI. 410/13.01/93 Dimensi : Teknik Cetak : OFFSET Material : Kertas Buram Visual : Wayang Ramayana (kiri) Wayang Narayana/Kresna (kanan) Candi (Hindu) Ornamen sulur Jawa dan hati (Frame) Tipografi : Sans-Serif Konteks Budaya yang mempengaruhi Hindu Kresna dan Ramayana merupakan tokoh dari cerita agama Hindu yang muncul di India. Kedua tokoh tersebut telah melalui alkuturasi dengan budaya Jawa sehingga muncul dalam wajah yang berbeda yakni dalam wayang. Barat Penggunaan ornamen hati seperti itu merupakan ornamen yang berasal dari budaya barat. Ekspresionistik Dilihat dari teknik cetak dan kemasan yang digunakan produk ini, sudah bisa dipastikan teh ini murah. Namun bukan bearti murah kualitasnya buruk. Dilihat dari produsen yang mengeluarkan produk ini yaitu Ud. Ramayana (perusahan kecil), daun teh yang dihasilkan mungkin masih menggunakan cara-cara tradisional. Bisa jadi rasanya lebih natural karena belum menggunakan mesin. Instrumentalistik Narayana itu adalah nama lain dari Kresna, yaitu sebutan yang merujuk kepada perwujudan dewa Wisnu yang berlengan empat di Waikuntha. Kisah Ramayana dan Kresna sudah terkenal di kalangan masyarakat Jawa sejak dahulu, terutama yang tinggal di daerah pedesaan. Kisah ini diturunkan turun temurun dan dilestarikan melalui hiburan rakyat pewayangan. Kedua tokoh yang sakti mandraguna ini pastinya sering diceritakan kepada anak cucu mereka biar bisa meneladani kedua tokoh ini, yang antara lain keberanian, rendah hati, bijaksana, setia dan jujur.

kresno

Nama Produk : Raja Wenter KRESNO Visualisasi : wayang dan kuntjine katrisnan Dimensi : tertutup 5,6x8cm terbuka 9,4x12,3cm Dikeluarkan oleh : Dagang & Industri Kresno Alamat : Jl. Pemuda 23B, Semarang. Telp : 24408 Tercatat dalam : Daft. Syah No. 108927 Slogan : Hemat, Murah, Wantek Aturan Pakai : Masak air 3 botol sampai mendidih (tambah garam dapur 1 sendok makan) masukkan wanter ini diaduk-aduk sampai campur rata. Pakaian dibasahi, lalu dicelupkan, dibolak-balik rata, dimasak terus di atas api sampai mendidih selama 30menit, baru diturunkan. Setelah dingin dicuci berkali kali sampai air cuciannya bersih. Jemur jangan di panasnya matahari. RAJA WENTER KRESNO berasal dari Kata lama "wantek" sebagai sesuatu yang teguh, tak mudah luntur, rupanya berasal dari dunia wanter, inilah masa lalu Indonesia ketika industri tekstil dan garmen belum maju. Sehingga cara untuk memperkaya tampilan adalah dengan mewarnai pakaian sendiri. Bisa baju, celana atau kaos baru yang diubah warnanya bisa juga pakaian lama dicelup ulang supaya tidak kelihatan pudar, pilihan warnanya juga banyak.Dan kini pada abad ke-21, masihkah wenter dijual?Jika kita berpikir bahwa harga baju yang dijual sana ada yang berharga murah dan mengapa kita harus repot-repot kan diri kita dengan main celup?

klembak sentel

Jenis rancangan : Kemasan
Jenis Produk : Tembakau
Nama Produk : Klembak Sentel Tjap Pari
Nomor Daftar Legal : 154098
Ukuran :- Panjang : 48 mm
- Lebar : 48 mm
Warna dominan : Kuning kecoklatan
Visual Yang Tampak : Padi yang melingkar, dan di tengahnya terdapat cincin bersayap
Penafsiran : Klembak adalah tanaman penghasil obat dan wangi-wangian. Yang kerap digunakan adalah bagian akarnya, yang digunakan sebagai bahan utama rokok tembakau "klembak menyan". Rokok ini populer di kalangan masyarakat menengah ke bawah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hal ini menjelaskan penggunaan visula padi-padian pada kemasannya. Seperti pada umumnya, masyarakat menengah ke bawah di daerah tersebut (dan sebagian besar di daerah-daerah di Indonesia) memiliki mata pencaharian di bidang agraris, yaitu pertanian. Hal ini berhubungan dengan aspek sosial budaya di daerah tersebut. Lambang padi merupakan lambang yang merakyat, juga sebagai lambang kesuburan. Begitu pula warna kuning, yang melambangkan kesuburan (kuning=emas=makmur).
Hubungannya dengan kebudayaan Tionghoa kemungkinan terletak pada penggunaan warna kuning pada kemasan tersebut, karena kuning merupakan warna yang kerap digunakan oleh masyarakat kebudayaan Cina. Misalnya, warna kuning digunakan pada jubah kebesaran kaisar Cina pada zaman dahulu. "Ngereng", merupakan istilah bahasa Melayu, yang berarti seperti gerakan mengulat ke kanan maupun ke kiri. Hal ini berupa penegasan sensasi yang didapatkan dari konsumsi produk ini.