Wednesday, December 12, 2007

angin Dasyat

hik...hik... bahan pameran kelompok kresno juga terkena angin dasyat rupanya... kemarin sih setelah diperiksa, ada bagian yang hampir patah dan bagian kedua kotak kami patah dan turun ke bawah.. tapi untunglah masih bisa diperbaiki. jadi masih bisa dilihat-lihat lagi.. tapi ada satu lagi, bagian pemanis kami hiilang, yaitu pinggiran yang berbentuk daun.. sedihnya....tapi yang lain masih utuh.. bagi yang belum melihat pameran kami, segeralah datang ke blok R atau anda akan menyesal, hi..hi...

Monday, December 10, 2007

about Pameran

Ini foto kami dengan hasil karya kami...
3 orang anggota kami tidak ikut berfoto karena ada urusan lain... kami bangga mengikuti mata kuliah Tinjauan Desain II pada tahun ini karena kami dapat mengadakan pameran yang cukup besar dan dapat memamerkan hasil karya dan kerja keras kami selama 1 semester ini. saat seminar kami juga senang karena mendapat masukan seputar branding dan packaging dari pak Joko, pemimpin dari majalah Concept. kami juga terkesan dengan kelompok lain yang juga serius dalam menggarap pameran TD2 ini. kami juga senang karena dapat ikut dalam pameran hybrid graphic ini dan hasil kaya kami cukup memuaskan. semoga Tahun-tahun yang akan datang akan lebih sukses lagi...

Monday, December 03, 2007

Analisis Teh Narayana (new edition)

Teh Narayana

Seputar tentang Ramayana

Ramayana dari bahasa Sansekerta, Ramayana yang berasal dari kata Rama dan Ayana yang berarti "Perjalanan Rama", adalah sebuah cerita epos dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki) atau Balmiki. Cerita epos lainnya adalah Mahabharata.

Ramayana terdapat pula dalam khazanah sastra Jawa dalam bentuk kakawin Ramayana, dan gubahan-gubahannya dalam bahasa Jawa Baru yang tidak semua berdasarkan kakawin ini.

Dalam bahasa Melayu didapati pula Hikayat Seri Rama yang isinya berbeda dengan kakawin Ramayana dalam bahasa Jawa kuna.

Di India dalam bahasa Sansekerta, Ramayana dibagi menjadi tujuh kitab atau kanda sebagai berikut:

  1. Balakanda
  2. Ayodhyakanda
  3. Aranyakanda
  4. Kiskindhakanda
  5. Sundarakanda
  6. Yuddhakanda
  7. Uttarakanda

Beberapa babak maupun adegan dalam Ramayana dituangkan ke dalam bentuk lukisan maupun pahatan dalam arsitektur bernuansa Hindu. Wiracarita Ramayana juga diangkat ke dalam budaya pewayangan di Nusantara, seperti misalnya di Jawa dan Bali. Selain itu di beberapa negara (seperti misalnya Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Philipina, dan lain-lain), Wiracarita Ramayana diangkat sebagai pertunjukan kesenian.

Terdapat beberapa versi cerita tentang Ramayana:

Wiracarita Ramayana terdiri dari tujuh kitab yang disebut Saptakanda. Urutan kitab menunjukkan kronologi peristiwa yang terjadi dalam Wiracarita Ramayana.

Balakanda Kitab Balakanda merupakan awal dari kisah Ramayana. Kitab Balakanda menceritakan Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra. Prabu Dasarata berputra empat orang, yaitu: Rama, Bharata, Lakshmana dan Satrughna. Kitab Balakanda juga menceritakan kisah Sang Rama yang berhasil memenangkan sayembara dan memperistri Sita, puteri Prabu Janaka. Ayodhyakanda Kitab Ayodhyakanda berisi kisah dibuangnya Rama ke hutan bersama Dewi Sita dan Lakshmana karena permohonan Dewi Kekayi. Setelah itu, Prabu Dasarata yang sudah tua wafat. Bharata tidak ingin dinobatkan menjadi Raja, kemudian ia menyusul Rama. Rama menolak untuk kembali ke kerajaan. Akhirnya Bharata memerintah kerajaan atas nama Sang Rama. Aranyakanda Kitab Aranyakakanda menceritakan kisah Rama, Sita, dan Lakshmana di tengah hutan selama masa pengasingan. Di tengah hutan, Rama sering membantu para pertapa yang diganggu oleh para rakshasa. Kitab Aranyakakanda juga menceritakan kisah Sita diculik Rawana dan pertarungan antara Jatayu dengan Rawana Kiskindhakanda Kitab Kiskindhakanda menceritakan kisah pertemuan Sang Rama dengan Raja kera Sugriwa. Sang Rama membantu Sugriwa merebut kerajaannya dari Subali, kakaknya. Dalam pertempuran, Subali terbunuh. Sugriwa menjadi Raja di Kiskindha. Kemudian Sang Rama dan Sugriwa bersekutu untuk menggempur Kerajaan Alengka. Sundarakanda Kitab Sundarakanda menceritakan kisah tentara Kiskindha yang membangun jembatan Situbanda yang menghubungkan India dengan Alengka. Hanuman yang menjadi duta Sang Rama pergi ke Alengka dan menghadap Dewi Sita. Di sana ia ditangkap namun dapat meloloskan diri dan membakar ibukota Alengka. Yuddhakanda Kitab Yuddhakanda menceritakan kisah pertempuran antara laskar kera Sang Rama dengan pasukan rakshasa Sang Rawana. Cerita diawali dengan usaha pasukan Sang Rama yang berhasil menyeberangi lautan dan mencapai Alengka. Sementara itu Wibisana diusir oleh Rawana karena terlalu banyak memberi nasihat. Dalam pertempuran, Rawana gugur di tangan Rama oleh senjata panah sakti. Sang Rama pulang dengan selamat ke Ayodhya bersama Dewi Sita Uttarakanda Kitab Uttarakanda menceritakan kisah pembuangan Dewi Sita karena Sang Rama mendengar desas-desus dari rakyat yang sangsi dengan kesucian Dewi Sita. Kemudian Dewi Sita tinggal di pertapaan Rsi Walmiki dan melahirkan Kusa dan Lawa. Kusa dan Lawa datang ke istana Sang Rama pada saat upacara Aswamedha. Pada saat itulah mereka menyanyikan Ramayana yang digubah oleh Rsi Walmiki.

Ringkasan Cerita

Prabu Dasarata dari Ayodhya

Wiracarita Ramayana menceritakan kisah Sang Rama yang memerintah di Kerajaan Kosala, di sebelah utara Sungai Gangga, ibukotanya Ayodhya. Sebelumnya diawali dengan kisah Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri, yaitu: Kosalya, Kekayi, dan Sumitra. Dari Dewi Kosalya, lahirlah Sang Rama. Dari Dewi Kekayi, lahirlah Sang Bharata. Dari Dewi Sumitra, lahirlah putera kembar, bernama Lakshmana dan Satrugna. Keempat pangeran tersebut sangat gagah dan mahir bersenjata.

Pada suatu hari, Rsi Wiswamitra meminta bantuan Sang Rama untuk melindungi pertapaan di tengah hutan dari gangguan para rakshasa. Setelah berunding dengan Prabu Dasarata, Rsi Wiswamitra dan Sang Rama berangkat ke tengah hutan diiringi Sang Lakshmana. Selama perjalanannya, Sang Rama dan Lakshmana diberi ilmu kerohanian dari Rsi Wiswamitra. Mereka juga tak henti-hentinya membunuh para rakshasa yang menggangu upacara para Rsi. Ketika mereka melewati Mithila, Sang Rama mengikuti sayembara yang diadakan Prabu Janaka. Ia berhasil memenangkan sayembara dan berhak meminang Dewi Sita, puteri Prabu Janaka. Dengan membawa Dewi Sita, Rama dan Lakshmana kembali pulang ke Ayodhya.

Prabu Dasarata yang sudah tua, ingin menyerahkan tahta kepada Rama. Atas permohonan Dewi Kekayi, Sang Prabu dengan berat hati menyerahkan tahta kepada Bharata sedangkan Rama harus meninggalkan kerajaan selama 14 tahun. Bharata menginginkan Rama sebagai penerus tahta, namun Rama menolak dan menginginkan hidup di hutan bersama istrinya dan Lakshmana. Akhirnya Bharata memerintah Kerajaan Kosala atas nama Sang Rama.

Rama hidup di hutan

Dalam masa pengasingannya di hutan, Rama dan Lakshmana bertemu dengan berbagai rakshasa, termasuk Surpanaka. Karena Surpanaka bernafsu dengan Rama dan Lakshmana, hidungnya terluka oleh pedang Lakshmana. Surpanaka mengadu kepada Rawana bahwa ia dianiyaya. Rawana menjadi marah dan berniat membalas dendam. Ia menuju ke tempat Rama dan Lakshmana kemudian dengan tipu muslihat, ia menculik Sita, istri Sang Rama. Dalam usaha penculikannya, Jatayu berusaha menolong namun tidak berhasil sehingga ia gugur.

Rama yang mengetahui istrinya diculik mencari Rawana ke Kerajaan Alengka atas petunjuk Jatayu. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Sugriwa, Sang Raja Kiskindha. Atas bantuan Sang Rama, Sugriwa berhasil merebut kerajaan dari kekuasaan kakaknya, Subali. Untuk membalas jasa, Sugriwa bersekutu dengan Sang Rama untuk menggempur Alengka. Dengan dibantu Hanuman dan ribuan wanara, mereka menyeberangi lautan dan menggempur Alengka.

Rama menggempur Rawana

Rawana yang tahu kerajaannya diserbu, mengutus para sekutunya termasuk puteranya – Indrajit – untuk menggempur Rama. Nasihat Wibisana (adiknya) diabaikan dan ia malah diusir. Akhirnya Wibisana memihak Rama. Indrajit melepas senjata nagapasa dan memperoleh kemenangan, namun tidak lama. Ia gugur di tangan Lakshmana. Setelah sekutu dan para patihnya gugur satu persatu, Rawana tampil ke muka dan pertarungan berlangsung sengit. Dengan senjata panah Brahmāstra yang sakti, Rawana gugur sebagai ksatria.

Setelah Rawana gugur, tahta Kerajaan Alengka diserahkan kepada Wibisana. Sita kembali ke pangkuan Rama setelah kesuciannya diuji. Rama, Sita, dan Lakshmana pulang ke Ayodhya dengan selamat. Hanuman menyerahkan dirinya bulat-bulat untuk mengabdi kepada Rama. Ketika sampai di Ayodhya, Bharata menyambut mereka dengan takzim dan menyerahkan tahta kepada Rama.

Ekspresionistik:

a. elemen utama (gambar utama)

terdapat gambar potret wajah wayang narayana dan wayang ramayana.

  • Hal ini mungkin mencerminkan bahwa pemilik produksi teh narayana adalah pecinta wayang, terutama wayang yang berasal dari epos India yang kemudian digubah dalam bahasa Jawa.
  • Hal lainnya untuk menggambarkan kebijakan dan kabijaksanaan seorang narayana dan kebaikkan seorang ramayana.

b. elemen pendukung:

  • Terdapat gambar candi di tengah-tengah antara wayang narayana danwayang ramayana yang menjadikan candi menjadi hal yang dominan dalam pengartian maksud pemilik. Konon, candi merupakan perwujudan dari kereligiusan seseorang. Hal tersebut dapat dibaca selengkapnya di data-data perpustakaan. Hal ini mencerminkan pemilik produksi ingin produknya beredar di pasaran dengan ijin dari Tuhan.
  • Frame yang berliuk dan di tengahnya terdapat hati yang bersebrangan. Menggambarkan perdamaian dari kedua cerita epos tentang wayang narayana maupun wayang ramayana. Yang keduanya menggambarkan watak seseorang yangmencintai sesama dan menginginkan perdamaian di bumi.

c. warna:

  • Warna background dari lingkaran yang ditengahnya terdapat potret wayang yaitu berwarna merah yang menggambarkan konflik-konflik yang mengakibatkan peperangan yang membawa dampak kematian pada beberapa tokoh dalam cerita perwayangan dan hal tersebut dapat diatasi dengan adanya sifat kebijaksanaan, kewibawaan, dankebaikan dari para lakon cerita yang akhirnya menimbulkan perdamaian dan kebahagiaan.
  • Label seluruhnya memakai background warna putih, untuk menggambarkan kesucian perdamaian yang telah dicapai oleh para wayang dengan sifat-sifat kebaikan mereka.

d. tipografi:

Tipografi teh wangi narayana dan U.D. Ramayana menggunakan huruf Swis72 Ex BT yang berjenis huruf sanserif yang mulai berkembang pada tahun 1920an yang mendapat pengaruh dari aliran Bauhaus (sekolah seni di Jerman) yang dipelopori oleh Walter Grophius yang mempunyai slogan Form follow function / function follow form yang menharapkan semua karya seni memiliki fungsi sehingga tidak terlihat sia-sia.

e. layout:

layout ditata secara simetris dengan melihat peletakan gambar utama serta pendukung yang akan menimbulkan arti yang berbeda bila peletakkannya diubah. Serta peletakkan gambar dan tipo terlihat rapi.

f. arti nama

Ramayana dari bahasa Sansekerta, Ramayana yang berasal dari kata Rama dan Ayana yang berarti "Perjalanan Rama", adalah sebuah cerita epos dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki) atau Balmiki.

Instrumentalis

a. gaya desain:

dilihat dari bentuk tipografinya, label narayana dipengaruhi oleh gaya desainbauhausyang menggunakan tipografi dengan jenis huruf sanserif.

b. konteks budaya

Analisis Setanggi (new Edition)

Tipografinya menggunakan jenis tulisan Times News Roman.

Ekspresionistik:

a. Gambar elemen utama :

terdapat gambar visual seorang ibu petani yang sedang menggendong seikat besar padi yang masih baru dipanen. Menggunakan gambar seorang ibu petani untuk menggambarkan bahwa produk setanggi merupakan cikal bakal bibit padi yang nantinya akan dapat menjadi padi yang berkualitas seperti yang digendong oleh ibu petani.

b. elemen pendukung :

  • terdapat gambar dua padi yang melingkar mengelilingi lingkaran yang di dalamnya terdapat gambar seorang ibu petani. Melambangkan kesuburan tanah indonesia yang mungkin pada saat itu, penduduk-penduduk di daerah Indonesia sebagian besar masih bermata pencaharian sebagai seorang petani yang didukung dengan wilayah indonesia yang sebagian besarmasih berupa tanah pertanian. Bibit setanggi diproduksi dijalan mesigit no 14, jakarta. Kemungkinan besar lahan tanah di jakarta masih berupa lahan pertanian, meskipun tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan wilayah lain pada masa itu.
  • Bila dilihat secara teliti, gabungan gambar utama dengan seluruh gambar elemen membentuk gambar baru, yaitu gambar sebuah botol. Hal ini mungkin menggambarkan produk yang patut dibanggakan karena memilliki kualitas bibit padi yang baik yang diharapkan akan menjadi produk yang nantinya suksesdi pasaran.

c. warna:

kemasan setanggi menggunakan satu warna dominan yaitu ungu. Produsen memakai warna ungu mungkin untuk mengontraskan dengan warna kertas yang didasari warna cokelat sehingga keseluruhan gambar visual kemasan dapat terlihat jelas. Selain itu, kemungkinan memakai warna ungu karena gambar visual utama merupakan seorang wanita, sehingga menggunakan warna yang identik dengan personal seorang wanita.

d. tipografi :

menggunakan jenis huruf Times New Roman yang mempunyai tingkat readability yang tinggi sehingga memudahkan konsumen melihat. Tulisannya juga dibuat setengah melingkar sehingga kontras dengan gambar padi yang juga melingkar. Kata Tjappadi menggunakan jenis huruf arial.

e. layout :

layout disusun secara simetris, terlihat pada penempatan gambar visual utama, gambar elemen pendukung, serta tipografi yang disusun secara beraturan. Hal ini menggambarkan bahwa produksi setanggi memang direncanakan secara matang mulai dari awal produksi.

f. arti nama :

instrumentalistik

a. gaya desain:

b. konteks budaya:

elemen grafis dipengaruhi oleh budaya Jawa, terlihat dari gambar seorang ibu petani yang khas Indonesia / Jawa dengan memakai topi caping yang berbentuk kerucut. Selain itu dipengaruhi oleh budaya barat/eropa yang terlihat dari gambar botol minuman yang identik dengan kebiasaan orang barat.

c. konteks sosial

  • dalam produk setanggi terdapat gambar visual seorang ibu petani yang mengendong padi, yang sesuai dengan sasaran produk ini yang diperuntukan untuk kalangan para petani.
  • Selain itu terdapat pula tulisan no1 yang berarti produk setanggi merupakan produk yang diakui oleh masyarakat pada masa itu.
  • Gambar keseluruhan yang menyerupai botol minuman merupakan gambaran dari pengaruh budaya barat yang mempunyai kebiasaan untuk merayakan sesuatu dengan minuman. Hal ini menggambarkan harapan produsen yang menginginkan produk setanggi menjadi produk yang sukses agar dapat terus dirayakaan kesuksesannya dengan minuman.
  • Dari hal-hal diatas,menandakan bahwa pemilik produksi setanggi sudah merencanakan dengan matang produk yang akan dikeluarkan sehingga tidak mengecewakan konsumen.

Dapat kita lihat pula, setanggi menggunakan kertas minyak sebagai bahan kemasan. Karena sudah dipikirkan dengan matang, produsen menggunakan kertas minyak agar sesuai dengan harga produksi yang menurut kami diperkirakan dijual dengan harga yang relatif murah karena sasaran konsumennya adalah para petani. Dan kemungkinan lain ialah kertas minyak yang dipakai agak tebal sehingga kemasan tidak mudah robek dan bibit dan tersimpan dengan aman dan tidak lengket.

Gambar berupa gambar tangan/ ilustratif dengan detail.

Dapat ditafsirkan dari label:

  • Kebutuhan masyarakat pada masa itu;

Karena sebagian masyarakat indonesia pada masa itu bermata pencaharian sebagai petani dapat diterima bahwa produk setanggi yang berupa bibit padi merupakan produk yang dibutuhkan masyaraktat pada masa itu.

  • Gaya hidup masyarakat pada masa itu:

Kemungkinan besar, karena bermata pencaharian sebagai petani, gaya hidup yang diterapkan sederhana sehingga dapat kita lihat pada kemasan yang hanya memakai bahan kertas minyak dan 1 warna, menampilkan kemasan yang sederhana.

  • Tingkat kesejahteraan masyarakat pada masa itu:

Dapat disimpulkan agak kurang sejahtera karena masyarakat sebagian besar masih bermata pencaharian sebagai petani. Kemungkinan pula masih banyak rentenir-rentenir yang masih ada pada jaman itu.

  • Interaksi budaya pada masa itu:

Terdapat pengaruh dari kebudayaan lokal serta dari kebudayaan barat seperti sudah dijelaskan di atas. Dapat kita simpulkan disini bahwa pada masa itu, kulturisasi di indonesia sudah lumayan terbuka terhadap kebudayaan luar.

Sunday, December 02, 2007

Wayang kulit, patung, dan golek Narayana dan Rmayana

inilah foto kami saat ke museum wayang, kami berfoto bersama di depan Ondel-ondel yang berada tidak jauh dari pintu masuk museum. Sebenarnya takut juga sih, takut ondel-ondelnya tiba-tiba bergerak.. hehe… ternyata setelah mendengar kisah dari mas Didik kami mendapatkan gambaran tentang wayang meskipun tidak terlalu mengerti, karena silsilah wayang di Indonesia banyak dan Rumit. Menurut mas didik, wayang menunjukkan 70% spiritual yang bias diartikan menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan dan 30% kritik sosial. Dan yang kami tangkap saat itu, mungkin pemilik dari teh Narayana mempunyai spiritual yang tinggi. Cerita wayang tidak semuanya merupakan kisah nyata, ada beberapa yang merupakan rekayasa untuk menggambarkan sifat – sifat orang yang ada di dunia. Tapi bukan berarti sembarangan orang bias membuat cerita baru tentang wayang, karena sudah ada “pakemannya”, istilah mas Didik bilang, alias peraturannya. Dalam Teh Narayana terdapat wayang dari Cerita Ramayana dan cerita Narayana. Kami mengambil beberapa foto yang manggambarkan tokoh cerita Ramayana dan Narayana. enam buah wayang golek buatan Bandung ini menunjukkan tokoh wanita dari cerita Ramayana dan Mahabarata: 1. Sinta 2. Subadra 3. Pergiwati 4. Kunti dan 2 tokoh anonym.
Diambil dari cerita Rmayana buatan Bapak Ahim. Terbuat dari Kayu pada tahun 1962 yang merupakan hadiah untuk Gubernur H. Ali Sadikin
Kanan : rama, sinta, lesmana kiri: SugriwaSinta, gunawan wibisana, anoman, Trijata
Dalam cerita Narayana (kresna) digambarkan kresna yang sedang Marah (gambar sebelah kiri). Dibuat oleh Bapak Haryono Guritno dari Sanggar Sedayu kiri-kanan : hanoman, inang dewi sinta, balai, sri rama, dan laksamana

Saturday, December 01, 2007

Buku Lengkap Wayang

Kami menemukan pula buku lengkap wayang yang dijual di museum tersebut seharga Rp 20.000,- di dalam buku, kami menemukan cerita tentang Narayana Negara Dwarawati Negara Dwarawati adalah Negara yang besar dipimpinoleh seorang raja titisan dewa Wisnu adalah Prabu Sri Batara Kresna. Prasbu Kresna Nama lain: 1. Raden Narayana 2. Raden Padmanaba 3. Raden Danardana 4. Raden Harimurti 5. Prabu Wisnumurti Kesaktian: 1. Senjata Cakra 2. Kembang wilayakusuma Nama Istri: 1. Dewi Jembawat 2. Dewi Rukmini 3. Dewi Setyabomo 4. Dewi Pratiwi Nama Anak: 1. Raden Samba 2. Dewi Siti Sumbari 3. Raden Setija 4. Raden Setyaka Nama Ayah: Prabu Basudewa raja Mandura Nama Ibu : Dewi Dewani Keterangan: Prabu Kresna adalah titisan batar wishnu, raja yang arif bijaksana serta bertugas menghancurkan angkara murka di jagad raya. Prabu kresna adalah penasehat para pandawa sampai perang baratayudha. Maka bila ada lakon wayang pandawa yang meninggalkan prabu kresna, niscaya pandawa akan mendapat celaka.

Wayang kulit, patung, dan golek Narayana dan Rmayana

inilah foto kami saat ke museum wayang, kami berfoto bersama di depan Ondel-ondel yang berada tidak jauh dari pintu masuk museum. Sebenarnya takut juga si, takut ondel-ondelnya tiba-tiba bergerak.. ternyata setelah mendengar kisah dari mas Didik kami mendapatkan gambaran tentang wayang meskipun tidak terlalu mengerti, karena silsilah wayang di Indonesia banyak dan Rumit. Menurut mas didik, wayang menunjukkan 70% spiritual yang bias diartikan menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan dan 30% kritik sosial. Dan yang kami tangkap saat itu, mungkin pemilik dari teh Narayana mempunyai spiritual yang tinggi. Cerita wayang tidak semuanya merupakan kisah nyata, ada beberapa yang merupakan rekayasa untuk menggambarkan sifat – sifat orang yang ada di dunia. Tapi bukan berarti sembarangan orang bias membuat cerita baru tentang wayang, karena sudah ada “pakemannya”, istilah mas Didik bilang, alias peraturannya. Dalam Teh Narayana terdapat wayang dari Cerita Ramayana dan cerita Narayana. Kami mengambil beberapa foto yang manggambarkan tokoh cerita Ramayana dan Narayana. enam buah wayang golek buatan Bandung ini menunjukkan tokoh wanita dari cerita Ramayana dan Mahabarata: 1. Sinta 2. Subadra 3. Pergiwati 4. Kunti dan 2 tokoh anonym. Diambil dari cerita Ramayana buatan Bapak Ahim. Terbuat dari Kayu pada tahun 1962 yang merupakan hadiah untuk Gubernur H. Ali Sadikin Kanan: Rama, sinta, lesmana.
kiri: Sugriwa, gunawan wibisana, anoman, trijata

Dalam cerita Narayana (kresna) digambarkan kresna yang sedang Marah (gambar sebelah kiri). Dibuat oleh Bapak Haryono Guritno dari Sanggar Sedayu.

dari kiri ke kanan : hanoman, inang Dewi sinta, balai, Sri Rama, dan laksamana

Seputar tentang Museum Wayang

Pada tanggal 28 November 2007 hari rabu, kelompok kami mengunjungi museum wayang yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No 27, Jakarta Barat. Harga tiket masuk untuk mahasiswa adalah Rp. 1000,-. Menurut pemandu yang bernama mas Didik, gedung Museum wayang ini telah beberapa kali mengalami perombakkan, dibangun pertama kali pada tahun 1640 yang dinamakan De Oude Hollandse Kerk, yang dipergunakan untuk Gereja. Tahun 1732 diperbaiki dan diganti nama Menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk hingga tahun 1808. Kemudian gedung hancur akibat gempa bumi. Di atas bekas reruntuhan inilah dibangun gedung yang akhirnya dipergunakan untuk museum wayang. Di museum ini kita dapat menikmati koleksi lengkap segala macam jenis wayang antara lain wayang dari Indonesia seperti wayang kulit, golek, patung wayang, topeng wayang, wayang Beber, dan lain-lain. Dipamerkan pula wayang dan boneka dari Thailand, Suriname, Cina, Perancis, Inggris, Vietnam, India, Colombia, dan Lain-lain. Secara periodic museum ini juga mengadakan pagelaran wayang yang dapat dinikmati pada hari minggu II, III dan terakhir jam !0.00-14.00 WIB.

Boneka Polandia

Boneka wayang dari India

Boneka wayang dari china

Sunday, November 25, 2007

versi terbaru dari korek jankopings

Kami menemukan pula korekapi Jankopings masih diproduksi dan dipasarkan sampai sekarang. Sekarang kemasannya sudah diperaharui dan dijual dengan harga Rp. 500 perkotak.

telepon ke Klaten

Hari senin, tanggal 19 november 2007 kami mencoba menelepon U.D. Ramayana yang memproduksi teh Narayana. Pertama-tama kami menghubungi108 dan diberitahu bahwa jika ingin menghubungi nomor daerah Klaten harus menghubungi informasi di daerah klaten dengan nomor 0272108.setelah kami menghubungi beberapa kali tidakdiangkat, kemudian diangkat, kami sunguh senang sekali.dan diberitahu nomor U.D Ramayana yaitu 0272325735. tapi kami hubungi beberapa kali tidak diangkat-angkat dan berkali-kali juga tidak diangkat. sampai sekarang kami berusaha tapi tidak diangkat juga. kami hanya mengharapkan hingga waktu pameran saja.

survei Ke daerah Glodok

Hai ketemu lagi dengan kelompok kresno Tau ga si kemaren hari kamis tanggal 15 november 2007, kami mencari data dengan pergi survey ke daerah glodok, jakarta Barat untuk mencari tahu tentang keberadaan kemasan kami di pasaran. Kami banyak mendapatkan informasi yang tidak terduga, salah satunya tentang kemasan setanggi yang kami bahas ternyata adalah kemenyan untuk mendoakan orang meninggal dan dijual dengan harga sepak sekitar 2000 rupiah. Dan sampai sekarang banyak dijual di daerah jembatan lima. Jika anda ingin membelinya , silakan pergi ke daerah jembatan lima. Selain itu untuk kemasan klembak sentel ternyata terbuat dari bahan baku tanaman klembak yang sekarang ini terdapat di jawa tengah yang merupakan bumbu dalam pembuatan rokok. Hampir sama dengan tembakau, hanya saja klembak memiliki aroma tersendiri untuk membuat rokok lebih harum. Biasanya malah tembakau dicapurkan dengan klembak untuk mendapatkan hasil rokok yang maksimal. Tapi untuk sekarang ini kemasan klembak sentel sangat sulit diperoleh di daerah jakarta karena sekarang proses pembuatan rokok kebanyakan berpusat di daerah karena dekat dengan bahan baku sedangkan hasilnya yang dikirimkan ke daerah perkotaan untuk dipasarkan. Kami juga menemukan kertas rokok cap narayan seperti Gambar di bawah ini: Kami meneliti tentang teh Narayana tetapi setelah kami cari, kami malah mendapatkan kemasan kertas rokok narayana. Kemasan rokok yang kami dapatkan pun gambar utamanya adalah wayang juga. Yang berarti memang dalam pengambilan nama, hal utama yang terpikirkan adalah cerita narayana.

Friday, November 23, 2007

analisis label rembulan(new edition)

REMBULAN Ekspresionis a. elemen utama berupa gambar matahari yang seakan-akan terbit dan dibawahnya ada gelombang. Gambar kurang cocok dengan merk capnya. Mungkin produsen ini ingin menggambarkan labelnya dengan gambar bulan agar sesuai dengan merk capnya, akan tetapi gambar tersebut lebih menyerupai matahari. b. Elemen pendukung berupa ornamen tulisan rembulan disetiap sisi dan disudut atas kiri dan kanan maupun sudut bawah diberi ornamen bentuk persegi agar terlihat serasi komposisinya. c. Warnaya cenderung monoton namun disini mungkin pada zaman dahulu, cetak berwarna masih cukup mahal sehingga produsen menggunakan dua warna yang sesuai dengan nama merk produknya. Labelnya pun tidak menggunakan kertas seperti biasanya, tetapi menggunakan kertas minyak coklat karena pada waktu itu kertas masih mahal. d. Layoutnya : Asimetris e. Nama rembulan mungkin diambil dri nama tata surya (benda – benda yang ada dilangit) karena produsennya ingin menunjukan kepada konsumennya bahwa kertas rokok seperti ini manis seperti rembulan dimalamhari yang terlihat manis dilangit malam. Impresionis a. Gaya desain : dilihat dari tipografinya, kertas rokok cap rembulan ini mengadopsi gaya desain......... b. Konteks budaya : mendapat mendapat pengaruh budaya jawa indonesia (melayu) terlihat dari nama produsennya dan daerah pembuatannya. Dari tipografinya merupakan turunan buadaya melayu. c. Konteks sosial : dilihat dari label dan desainnya, si produsen ingin meyakinkan konsumen / masyarakat pada waktu itu bahwa produknya layak (terlihat dari kata ”pakailah selalu”) untuk dikonsumsi dan mampu bersaing dengan produk sejenisnya sehingga produsen membutuhkan kerja sama dari para konsumennya demi tercapainya kepuasan dari kedua belah pihak (produsen &konsumen). Mungkin dengan cara si produsen memberikan harga yang pas dengan kantong (uang) konsumennya. Hal ini sebagai atribut yang melekati merk sebagai sebuah klaim diri produsen dan sekaligus sugesti untuk konsumen. Kebutuhan masyarakat pada waktu itu sekitar tahun 90-an seperti dalam masa dimana orang – orang suka merokok tetapi dalam keuangan yang cukup (tidak lebih dan kurang). Secara keseluruhan desain labelnya sederhana, tidak meriah sehingga tidak memusingkan untuk dilihat, hanya sangat disayangkan ekspresi visualnya masih kurang baik.

analisis daun tembakau(new edition)

Daun Tembakau Ekspresionis a. elemen utama berupa dua gambar daun. Dua nama daun ini untuk mencirikan nama produk/merknya. b. Ornamen / elemen pendukungnya berupa garis vertikal yang berwarna kuning. c. Desainnya terlihat sederhana akan tetapi perpaduan warnanya kontras walaupun hanya menggunakan 3 warna yaitu warna hijau untuk mencirikan warna daun dan kuning yang agak kecoklatan untuk mencirikan tembakau serta warna putih sebagai space / pemanis. d. Tipografinya: menggunakan jenis huruf yang cukup bervariasi, dilihat dari jenis huruf yang digunakan pada kata daun tembakau, mungkin produsennya menerapkan gaya desain art deco e. Layoutnya : Asimetris f. Produsen menggunakan Tjap daun tembakaumungkin dari salah satu nama tumbuhan untuk mewakili produk tsb. Impresionis a. Gaya desain : dilihat dari tipografinya, label ini mengadopsi gaya desain art deco yaitu diketahui pada jenis huruf yang digunakan pada era art deco terdapat pada kata daun tembakau. b. Konteks budaya : label ini dilihat dari desainnya mendapat pengaruh dari budaya indonesia sendiri. Karena produsennya mungkin ingin tetap mempertahankan budaya lokal didalamnya karena ini adalah produk dalam negeri sendiri. c. Konteks sosial : dilihat dari desain labelnya, produsen ingin menunjukan kepada konsumen bahwa produk ini layak beredar dan dikonsumsi oleh konsumen. Desainnya terlihat sederhana tetapi perpaduan oenamen garis dan warna terlihat kontras, sesuai, cocok dan warnanya mencolok. Hal ini dibuat berbeda oleh produsen agar membedakan dirinya dengan produk sejenisnya, dengan ini dia menyatakan diri pada produsen. d. Dari label ini dapat ditafsirkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat pada waktu itu cukup baik, keadaan ekonomi pada waktu itu pun bisa dibilang baik, terlihat dari bahan / material yaitu kertas yang digunakan.

Monday, November 12, 2007

label versi sweden derjankopings

Kelompok kami menemukan label derjankopings yang berada di sweden, yaitu: Pada sisi sebelah atas menggunakan warna background warna kuning terang dengan elemen visual berupa 4 koin mata uang berciri khas Sweden. Visual ini mendukung dari Negara asal pembuatan korek api Sakerhets-Tandstickor ini, yaitu Sweden. Font yang digunakan adalah Arial pada Jonkopings Tandsticksfabriks Patent dan Arial Black pada Sakerhets-Tandstickor. Pada sisi sebelah bawah menggunakan warna background biru tua dengan elemen visual berupa 2 gambar bola dunia dengan sisi yang berbeda. Visual ini sangat mendukung dari Sakerhets-Tandstickor ini yang sudah memang target pasarnya sangat luas, yaitu hampir di seluruh belahan dunia ini, termasuk Indonesia. Karena itu biarpun Sakerhets-Tandstickor ini masih menggunakan desain dan visual yang mendukung “Sweden”nya tapi made in nya adalah dari Indonesia. (Sakerhets-Tandstickor Indonesia.) Pembuatan korek api Sakerhets-Tandstickor menggambarkan kondisi Sweden yang terkenal dengan cerutu sehingga mengeluarkan produksi korek api yang menjadi bahan utama untuk membakar cerutu pada jaman itu. (jaman belum ditemukan lighter/pemantik).

analisis Derjankopings (new edition)

Ekspresionistik a.gambar elemen utama: gambar pabrik yang mengeluarkan asap yang berada di tengah-tengah. Gambar pabrik ini menggambarkan jaman industri, ada anggapan saat itu bahwa, bila poduk diproduksi menggunakan mesin, produk diangap berkualitas baik. gambar pabrik menggambarkan produk tersebut menggunakan mesin untuk membuatnya. Kami menemukan gambar yang memakai pabrik sebagai gambar elemen utama dan label ini merupakan pabrik rokok tobacco. seperti gambar korek api yang menggambarkan pabrik dengan asap diatasnya. Dari buku a history of graphic desain hal 162. pengarang Meggs termasuk Victorian Era. Merupakan pabrik tobaco. A hoen and company . merupakan label untuk comet tobacco, 1880 s.pada abad 19, orang yang memproduksi senang mendisplay gedung pabrik mereka dan desain elemen pengukung dengan sebuah gambar sebuah komet raksasa terbakar diatas gedung pabrik. b. gambar elemen pendukung: - berbagai gambar mata uang yang berasal dari bebagai Negara disertai dengan tahun produksi di setiap mata uang. Hal ini menggambarkan bahwa produk ini telah diproduksi diberbagai negara dan mungkin dengan layout serta label kemasan yang berbeda dengan tahun produksi di setiap negara. - frame dengan ukiran bergaya victorian. Kami mendapatkan gambarukiran yang sama seperti yang terlihat di bawah ini. dari buku a history ofGraphic desain. Hal 112. Meggs. Merupakangaya Victorian pembuatstephen and matthew Daye, judul halamanuntuk buku The Whole of Psalmes. 1640. judul dari tipografi, variasiyang banyak yang dibuatdengan mengkombinasi 3tipe danmenggunakan semua huruf capital, huruf kecil, huruf miring guna mengekspresikan pentingnya arti dari kata tersebut. c.warna: warna-warna yang digunakan adalah hitam dan kuning .warna hitam dan kuning merupakan warna netral. Mungkin maksud menggunakan warna ini untuk menggambarkan keuniversalan karena dalam label inidigambarkan mata uang negara yang berbeda-beda sehingga tidak menimbulkan kesan diskriminasi. d. tipografi: untuk kata derjankopings menggunakan jenis tulisan script tangan yang mungkin dimaksudkan untuk memperindah label. Sedangkan kata yang berada di dalam frame label ini menggunakan tulisan sanserif untuk mengontraskan dengan tulisan script dan untuk memudahkan membaca karena space yang ada agak kecil sehingga perlu menggunakan tulisan yang mudah dibaca seperti jenis tulisan arial. e. layout: layoutnya bergaya victorian dan berbentuk simetris.lay outnya mirip dengan pengaturan sebuah label rokok tobacco, seperti yang terlihat di bawah ini: Lay out : Designer unknown. Payn and MC Naughton. Poster 1847 bukku graphic stylefraom victoriantopostmodern. Victorian painting f. arti nama: Impresionistik Gayadesain: terpengaruh gaya victorian yang terbukti dari pengaturan gambar utama, layout, serta gambar elemen pandukungnya. Konteks budaya: Terpengaruh gaya baratyang terlihat pada orang barat / bule yang terlihat pada mata uang. Penggambaran pabrik, dan tulisan script. Konteks sosial: Meskipun terlihat dari gambarnya yang terpengaruh budaya barat, yang dapat diperkirakan produk ini dikonsumsi hanya untuk kalangan menengah, tetapi ternyata pada kenyataannya produk ini dikonsumsi oleh semua kalangan karena harganya yang tidak terlalu mahal karena memang produknya adalah korek api batang.

Sunday, November 04, 2007

<

Designer unknown. Payn and MC Naughton. Poster 1847 buku graphic stylefraom victorian to post modern. merupakan Victorian painting. gambar ini kami ambil dari buku-buku referensi yang diberitahukan di lantai 6 blok R, FSRD. pada lukisan ini terlihat desain layout yang sama dengan kemasan korek api derjekopings. dengan penempatan bidang gambar utama di tengah dan bagian sampingnya diberi keterangan atau gambar elemen pendukung. dari data ini dapat disimpulkan desain kemasan korek api derjekopings dipengaruhi gaya desain victorian.

Selwyn image Jesus hominum salvator book, illustration, c1885 buku graphic style from victoria to post modern. Gaya gothic. Pinggiran framenya seperti pada label cap rembulan yang terdapat pengulangan kata-kata seperti pada gambar ini.

The emperorMing Huangtravellinginshu. Diwarnai disutra. Gambarnya dibaca darikiri ke kanandan terbagidalam 3 bagian. Termasuk dalamlukisanyang idealis. Termasuk dalm dinasty Tang. Merupakan lukisan original yang berasal dari abad ke 8 Dari buku CHINESE ART pengarangnya Mary Tregear Selwynimage, woodcut from thehobbyhorse. 1886. bentuk danpolaberpotensi sebagai visualisasi untuk mengekspresikanpikiran dan perasaan tercermin dalam gambareleganuntuk ilustrasiatau pencetakarthurBurgess. Seekorburunghitam terbang menuju matahari diatasatulips terlihat menukik diatas dedaunan. Dari buku a history ofgraphicdesign .hal 78. meggs. dari buku a history ofGraphic desain. Hal 62-63. Meggs. Berada pada jaman percetakan dating keeropa. Halaman daribukuars Moriendi, 1466, in the illustration, atight montageeffectisachieved by juxtaposingthe death bedscenewith a view of the subjectestate. One demon urges, “provide for you friends”. While theother advices,” attend toyourtreasurer”. Yhtdesenly textured text page suggest that one’s earthlygoodsshould begiventothe church. dari buku graphic Style .From Victorian to post modern .hal 249. AlexanderRodchenko. Poster ukurankecil untuk promosi pengurus beyi tepercaya Rubbert, 1923. courlesy exlibris, new york merupakan aliran constuctivism. dari buku a history ofGraphic desain. Hal 193. Meggs.eugene grasset, judul halaman untuk sejarah Des Quarde Fils Aymon , 1883. terbagi dalam beberapa bagian , surat-menyuratGrassets,ilustrasi dan pola decorasi ke dalam seluruh totaldesain halaman.

Wednesday, October 31, 2007

Sekitar cara pembuatan Wayang Kulit

Kehalusan serta ketinggian kesenian kerja tangan tertera pada watak-watak wayang kulit. Ciri pembuatannya melambangkan ketelitian serta ketinggian kesenian pembuatannya. Watak -watak atau patung-patung wayamg kulit biasanya diperbuat daripada kulit lembu. Nilai dan mutu kulit lenbu hendaklah memenuhi spesifikasi dan kriteria tukang-tukang wayang kulit. Kulit lembu betina menjadi pilihan berbanding dengan kulit lembu jantan, kerana ia lebih besar dan lembut. Kulit - kulit ini boleh didapati dengan membeli daripada penjual daging tempatan atau di tempat penyembelihan. Patung wayang yang dibuat dari kulit lebih tahan lama dan tahan melebihi 100 tahun jika dirawat dengan baik. Menurutt paham zaman dahulu yang masih dipegang kuat oleh pembuat patung, setiap patung wayang kulit mestilah dibuat dari kulit dan bukan dari kayu atau lain-lain. Masih ada yang percaya bahwa, jika dibiarkan anak-anak atau siapa saja bermain dengan wayang kulit dan menganti patung wayang sebenarnya dengan wayang kayu. Dapat menghalangi anak anak tersebut dari penyakit karena patung wayang kulit dipercayai mempunyai penjaganya sendiri. 1. Bagi kulit-kulit yang telah dipilih, kerja awal yang perlu dilakukan ialah mengeluarkan lebihan daging dan lemak yang melekat pada bidang bersegi empat, yang dibuat dari kayu atau batang buluh. Kerja-kerja pemilihan kulit ini untuk memudahkan lebihan daging dan lemak melekat dikikis dengan "pisau raut"atau dikenali dengan nama "pisau wali" ketelitian menjadi sifat utama kerja pengikisan untuk menghindari kulit menjadi mudah terkoyak, juga untuk memastikan kulit itu benar-benar bersih. 2. Kulit yang sudah dibersihkan dijemur sehingga kering selama dua atau tiga dari, tergantung pada keadaan cuaca. Kulit tersebut biasanya dijemur agak jauh dari rumah untuk menhindari bau busuk. Setelah kulit cukup kering, pengikisan dilakukan dengan pisau raut. 3. Setelah dikikis dan bersih dari bulu, kulit tersebut dibasuh dan dijemur untuk yang kedua kali. Setelah kulit yang dijemur itu kering, tukang wayang akan memulai melakar patung-patung wayang yang hendak dibuat. 4. Biasanya lakaran watak-watak wayang dibuat di atas kertas putih tipis.Walaupun watak-watak wayang diasaskan kepada watak-watak wayang kulit Melayu purba, kemahiran dan kreativitas amatlah perlu untuk membuat watak wayang kulit yang halus dan menarik. 5. Penjenisan corak dan motif perlu disusun dengan teratur dan sesuai dengan watak wayang yang dibuat. Biasanya watak wayang kulit Melayu berukuran ±71 sentimater panjang dan lebarnya tidak lebih dari 30 sentimeter. Lakaran pada kertas yang telah disediakan itu seterusnya akan digunting atau dipotong mengikut profil. Tukang wayang kemudian menempelkan lakaran tersebut pada kulit dengan menggunakan lem. biasanya lem yang digunakan dibuat dari kanji atau lem yang dapat larut dalam air. 6. Kertas lakaran yang dilekatkan pada kulit kemudian dipahat mengikuti lakaran. Setelah selesai memahat, kertas lakaran putih yang masih melekat pada kulit dilepas atau dicuci. untuk dalang mereka menggunakan berus tembaga halus dan air untuk menggosok dan membersihkan kertas yang melekat pada kulit. 7. Kulit yang telah dicuci dibiarkan mengering. Watak-watak wayang itu seterusnya akan diperkuat dengan sebilah bambu. bambu yang diraut membentuk bulat leper serta runcing dibagian pangkalnya diikat tegak di tengah-tengah patung wayang. Bambu ini sebagai "tulang" kepada patung-patung wayang tersebut. Tulang pemacak ini akan dibelah dua dari ujung hingga kira-kira 30.5 sentimeter dari pangkalnya. Seterusnya patung wayang itu diapit di antara belahan tersebut lalu diikat dengan benang pada jarak kira-kira 5 sentimeter. 8. Selain bambu yang dapat dijadikan tulang untuk patung-patung wayang, kayu serta tanduk kerbau juga dapat digunakan. karena kayu dan tanduk kerbau sulit didapat dan sulit dibentuk, maka bambu berduri menjadi pilihan utama pengrajin wayang. Selain mudah di peroleh bambu berduri juga tahan lama serta ringan. Warna juga memainkan peranan penting pada bentuk wayang kulit. Ia dapat menberikan perbedaan antara watak-watak yang lembut dan watak-watak yang garang. source : http://members.tripod.com/~mona_8/pembuatant.html

Analisis Label Dendeng Cap Cowboy (new edition)

Dendeng Cap Cowboy Nama produk: Cap Cowboy, menurut kami asal-usul nama ini sbb: Cow dari bahasa inggris yang berarti sapi sedangkan Boy adalah laki-laki kemungkinan sapi yang biasa diambil dagingnya untuk abon adalah sapi laki/jantan sehingga memakai kata boy. Selain itu mungkin koboi sedang terkenal / ngetren maka diberi nama cap cowboy. Maka cowboy dapat berarti seorang koboi/ sapi jantan. 2 ekspresionistik a. elemen utama : gambar pemandangan yang asri dan indah untuk menunjukkan bahwa abon sapi ini dihasilkan dari daging sapi yang alami, terawat dengan baik, memakan rumput yang baik dan segar sehingga abon ini berkualitas baik. b. elemen pendukung: gambar koboi naik kuda, sapi yang sedang merumput untuk memperkuat brand cap cowboy sehingga menampilkan 2 gambar ini. c. warna warna warna yang digunakan, menyerupai aslinya, hijau untuk rumput, coklat umtuk sapi, gunung agak cokelat kebiruan, pewarnaan memakai gradasi. Namun warna kertas yang putih kurang mendukung untuk suatu produk makanan karena kebanyakan packaging makanan menggunakan warna-warna khas seperti orange, cokelat, merah, kuning dan sebagainya yang terkesan hangat. k. tipografi tipografinya cukup jelas dan ukurannya pas, fontnya simpel dan tingkat keterbacaannya tinggi. Cowboy: co chin Body copy:Boldoldstyle Headline dendeng danabon sapi: arial black l. arti nama: cow boy: koboi(gembala sapi di amerika) cow boy: sapi jantan. impresionistik a. gaya desain: b. Konteks budaya: dipengaruhi budaya Cina dan Amerika. Terlihat dari pemandangan alamnya seperti terdaptpada lukisan-lukisan Cina dan pohonnya seperti pohon bonsai pada lukisan cina juga. Amerika (barat) terlihat adanya gambar koboi sedang naik kuda. c. konteks sosial kemungkinan dendeng dan abon sapi ini adalah makanan untuk kalangan sosial menengah ke atas. karena bahan makanan yang terbuat dasar daging harganya pasti lebih mahal dibandingkan sayuran.

Analisis Kresno (new edition)

Kresno nama produk: Kresno awalnya dari kata kreana/ Krishna (bahasa Sansekerta) adalah salahsatudaridewayangbanyak dipuja olehumathindu. Dalamceritamahabrata kresna adalah tokoh raja yangbijaksana, sakti, danberwibawa namunkarena gambar wayang adalahseni tradisional indonesiayang terutamaberkembangdidaerahBalidanJawa.makaKresna, jikamemakai bahasaJawa menjadiKresno.karena pembuatan atau produksi kemasan ini berada di Jawa. Ekspresionik a. elemen utama: gambarwayang yangmenampilkan cirri khas Indonesia karena wayang adalah seni tradisional indoonesia yang banyak berkembangdi Jawa. Sehingga dengan menampilkan gambar wayang masyarakat sudah tahu kalau produkini berasaldari Jawa. b. elemen pendukung ornamennya hanya garis-garis lengkung atau bergelombang yangmembingkai gambar. c. warna yang digunakan : warna biru, yaitu salah satu dari warnaprimer label kemasan ini menggunakan warnabiru karenawantekini untuk membuat baju menjadi warna biru. j. Tipografinya: Tulisan kresno (clearly gothic/arialblack) Tulisan raja wenter (black moon) e.layout f. arti nama kresnodatau kresnaadalah dewa yangbanyak dipuja oleh umat hindu. Impresionistik: a. labelkemasan initerpengaruh gaya art nouveau b. budaya Jawaterlihat dominan pada kemasan ini dengan adanya gambar wayang sebagai elemen utama c. pada saat itu produk ini digunakan oleh masyarakat untuk mewarnai baju dan sebagainya. Karena waktu ituhargatekstil mahal dan masih sulit didapat terutama yang memiliki bermacam-macam warna. Dengan wantek baju dapat diwarnai sesuai keinginan danlebihmurah.

Analisis Klembak Sentel (new edition)

Klembak Sentel Jenis rancangan : Kemasan Jenis Produk : Tembakau Nama Produk : Klembak Sentel Tjap Pari Nomor Daftar Legal : 154098 Ukuran : - Panjang : 48 mm - Lebar : 48 mm Warna dominan : Kuning kecoklatan Ekspresionistik : a. Elemen utama (gambar utama) bentuk gambar dari 2 tangkai padi yang melingkar, ditengahnya terdapat bentuk lingkaran yang melonjong dan didalamnya terdapat cincin merah yang bersayap b. Elemen pendukung Disekeliling gambar utama terdapat bentuk padi-padi yang lebih kecil dan membentuk sebuah frame / bingkai yang ditengahnya terdapat bentuk seperti gambar mata yang terdapat di sebelah kiri dan kanan bingkai / frame. Serta, terdapat 3 buah gambar yang berbentuk seperti bunga pada bagian atas, kiri dan kanan gambar utama. c. Warna Warna didonimasi dengan warna kuning yang dipakai sebagai background, Warna merah dipakai untuk outline pada gambar utama, sebagian teks, dan ornamen pendukung d. Tipografi Jenis Huruf / Font yang dipakai : 1. "Klembak sentel" : Arial Narrow 2. "Ngereng" dan "G.D.P. 154098" : Arial Narrow 3. "Tjap pari" : Times new roman e. Layout Lay out yang digunakan adalah simetris, dapat dilihat dari penataan gambar dan tipografi huruf yang seimbang dan teratur f. Arti Nama "Klembak" adalah tanaman penghasil obat dan wangi-wangian. Yang kerap digunakan adalah bagian akarnya, yang digunakan sebagai bahan utama rokok tembakau "klembak menyan". Rokok ini populer di kalangan masyarakat menengah ke bawah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. "Sentel" adalah "Ngereng", merupakan istilah bahasa Melayu, yang berarti seperti gerakan mengulat ke kanan maupun ke kiri. Hal ini berupa penegasan sensasi yang didapatkan dari konsumsi produk ini. Instrumentalistik : g. gaya desain h. Konteks Budaya Elemen desain dipengaruhi oleh budaya : Jawa; hal ini terlihat dari gambar padi yang merupakan ciri khas Negara Indonesia sebagai Negara penghasil padi yang cukup besar, dan lambang padi juga merupakan lambang yang merakyat dan juga sebagai lambang kesuburan. selain itu, bentuk frame yang menghiasi desain label ini terlihat sangat "jawa" ( seperti sebagian ornamen dari kain batik). Bahasa yang digunakan pada merek Kemasan/label ini juga menggunakan bahasa jawa. Cina; hal ini dilihat dari warna kuning yang dipakai pada background desain label ini yang banyak dipakai pada jubah kekaisaran pada zaman dulu di china, selain itu warna kuning juga melambangkan kesuburan pada budaya china (kuning=emas=makmur). Tipografi merupakan turunan dari budaya : Arial Narrow; huruf arial di desain untuk monotype pada tahun 1982 oleh Robin Nicolas dan patricia Saunders. Perkembangan sementara desain huruf san-serif, huruf arial mengandung karakter yang lebih bersahabat dan lebih modern dari kebanyakan pendahulunya dalam akhir abad 20. keseluruhan kurva huruf terlihat lebih lembut dan menarik daripada kebanyakan industri desain sans-serif yang dihadapi. Ketebalan kait dipotong secara diagonal yang membantu memberikan tampilan huruf yang sangat multifungsi, yang dapat ditampilkan dengan baik untuk tampilan dalam laporan, presentasi, majalan, dsb dan untuuk tampilan display yang digunakan dalam koran, iklan dan promosi Times New Roman; adalah tipe huruf serif yang pertama digunakan oleh surat kabar times di london pada tahun 1931. Font ini di desain oleh Stanley Morison bersama dengan Starling Burgess dan Victor Lardent English branch of Monotype. Peluncuran pertamanya oleh Monotype Corporation pada tahun 1932. Walaupun belum lama digunakan surat kabar times, font ini sudah banyak digunakan sebagai pada tipografi buku. i. Konteks Sosial Klembak sentel adalah sebuah produk Pangan, yaitu : tembakau yang mempunyai target market rakyat menengah biasa. Seperti pada umumnya, masyarakat menengah ke bawah yang berada didaerah daerah memiliki mata pencaharian di bidang agraris, yaitu pertanian. Hal ini berhubungan dengan aspek sosial budaya di daerah-daerah tersebut. Lambang padi merupakan lambang yang merakyat, juga sebagai lambang kesuburan. Sehingga mengkonsumsi produk ini akan terasa enak karena diproduksi dari bahan-bahan yang sehat dan berkualitas

analisis Jamu empek Tong Seng (New Edition)

Jamu Cap Empek Tong Seng Jenis rancangan : Kemasan Jenis Produk : Jamu Kelangsingan Tubuh Nama Produk : Jamu Kelangsingan Tubuh Cap. Empek Tong Seng No. Daftar Legal : TR. 873221671 Ukuran : Tinggi : Lebar : Warna Dominan : Hijau dan Orange Ekspresionis : a. Elemen Utama (gambar Utama) Tiga pasang pria dan wanita yang berbeda ukuran tubuh. Sepasang yang bertubuh besar terdapat di tengah, sepasang yang bertubuh sedang berada di sebelah kiri dan sepsang yang bertubuh langsing berada disebelah kanan. b. Elemen Pendukung Terdapat gambar atau foto orang tua ( disebelah kiri bawah) yang diduga adalah pemilik/pembuat jamu tersebut c. Warna Warna didominasi dengan warna Hijau sebagai warna dasar pada kemasan dan warna orange sebagai background dari gambar utama, serta warna hitam yang dipakai untuk warna pada Teks d. Tipografi Jenis huruf / font yang dipakai : "Cap Empek Tong Seng" dan Keterangan lainnya: Arial "Jamu" : Century Gothic "Kelangsingan Tubuh" : Arial Narrow e. Lay Out Layout yang digunakan cukup menarik karena tidak monoton ( keterangan ada yang disebelah kiri dan kanan serta tengah) sehingga, cukup enak dilihat f. Arti Nama Nama pada kemasan memakai nama dari pembuat atau pemilik jamu. Kata "Empek" merupakan budaya Tionghoa yang menyebut laki-laki yang sudah berumur (om-om) sebagai Empek. Instrumentalistik : g. Gaya Desain h. Konteks Budaya Elemen desain dipengaruhi oleh budaya : Tionghoa; Eropa; dilihat dari model pakaian yang dipakai oleh tiga pasang pria dan wanita tersebut. Model pakaian ini banyak dipakai pada era tahun 1956an dimana saat itu Indonesia sedang banyak menerima pengaruh dari Negara barat, termasuk Negara eropa. Tipografi Merupakan Turunan dari Budaya : Arial; huruf arial di desain untuk monotype pada tahun 1982 oleh Robin Nicolas dan patricia Saunders. Perkembangan sementara desain huruf san-serif, huruf arial mengandung karakter yang lebih bersahabat dan lebih modern dari kebanyakan pendahulunya dalam akhir abad 20. keseluruhan kurva huruf terlihat lebih lembut dan menarik daripada kebanyakan industri desain sans-serif yang dihadapi. Ketebalan kait dipotong secara diagonal yang membantu memberikan tampilan huruf yang sangat multifungsi, yang dapat ditampilkan dengan baik untuk tampilan dalam laporan, presentasi, majalan, dsb dan untuuk tampilan display yang digunakan dalam koran, iklan dan promosi Century Gothic; Arial Narrow; adalah bentuk Condensed ( hurufnya lebih menyempit dan space untuk tulisan lebih banyak ) dari Jenis Huruf / Font Arial. i. Konteks Sosial

Saturday, October 20, 2007

Survei pendapat

Pada tanggal 20 Oktober 2007, kami melakukan beberapa survei pendapat orang lain mengenai label yang kami bahas. Kami banyak mendapat masukan dari beberapa pendapat tersebut yang bila dilihat dari sudut pandang berbeda dengan bidang yang berbeda, dalam membahas label kemasan, banyak pendapat yang terlihat lebih realistik walaupun tanpa adanya data. Kami hanya memperlihatkan gambar visual seluruh label dalam satu kertas ukuran a4. profil dari orang-orang yang kami mintai pendapat, tidak dapat kami tuliskan pada kesempatan ini untuk menghargai privasi mereka. Kami hanya dapat memberitahu bahwa mereka ada di bidang ekonomi. Kami menyimpulkannya menjadi point-point,diantaranya:
  1. mereka mengatakan bahwa font yang digunakan harus melihat dari sasaran target pasar, seperti font pada jamu kelangsingan tubuh empek Tongseng menggunakan jenis huruf yang formal karena jamu kebanyakan dikonsumsi oleh orang tua. Meskipun bila ada anak muda yang minum jamu, kemungkinan hal tersebut merupakan perintah orangtuanya, bukan kehendaknya. akan rancu jadinya, bila jamu Empek Tongseng menggunakan jenis font yang meliuk-liuk atau terlihat lucu, karena konsumen akan melihat bahwa produk tersebut tidak serius dan akhirnya menjadi tidak laku di pasaran.
  2. lain lagi hal bila produk menggunakan jenis huruf untuk menjadikan produk tersebut terkenal dengan logotypenya. Sehingga orang bila meihat dari jauh pun dapat mengenali produk tersebut dengan sendirinya. Hal itu menandakan karakteryang dimiliki oleh produk.
  3. ada yang berpendapat label cap cowboy harus diganti karena desainnya yang sudah tua terlihat dari gambarnya yang kurang menarik, kurangjelas,dan bahkan kita tidak bisa membedakan apakah itu iklan layanan masyarakat, poster, atau label kemasan.
  4. sedangkan bila dibandingkan dengan label korek api derjonkopings menurut pendapat orang tersebut, desainnya terlihat kuno classic dan tidak perlu diredesign karena label tersebut sudahmempunyai nama di pasaran dan desainyang turun temurun. Bahkan bila desainnya diubah, akan menurunkan brand power yang dimiliki produk tersebut karena masyarakat tidak mengenalinya lagi.
  5. seperti pada nomor 1, desain layout serta ilustrasi yang dibuat harus melihat dari barang yang diproduksi. Seperti pada kasus jamu, desain sebagus apapun tidak mempengaruhi penjualan karena orang melihat dari mutu jamu tersebut, berkhasiat atau tidak. Lain halnya untuk barang-barang yang dapat terlihat bagus dengan desain kemasan,akan mempengaruhi penjualan.

Perkembangan Huruf Cetak

Perkembangan Huruf Cetak (Diktat Metode Reproduksi Grafika – FSRD Universitas Tarumanagara © 2003. Noor Riyadhi )
  • - Huruf Teks
pelopor : Gutenberg Jenis huruf : Textura ( Jerman ), Gothic Bold dan Black letter (Inggris) Huruf Textura adalah huruf dengan gaya tulisan tangan dan bentuknya seperti tulisan dengan menggunakan pena bulu angsa. Gutenberg menggunakan huruf Textura untuk huruf-huruf lepas yang dibuatnya dan digunakan untuk penyusunan teks buku Bible pada tahun 1450 sebanyak 215 exemplar.
  • - Huruf Oldstyle
Tipografer Jean Claude Garamond (1530) dan william Caslon (1720) berusaha menyempurnakan bentuk huruf dengan menambahkan goresan tipis pada bagian atas huruf dan agak tebal pada bagian bawah huruf serta lengkungan (fillet) serif yang agak tajam dari yang semula agak landai.
  • -Huruf Transitional
perubahan bentuk huruf kemudian dilakukan oleh John Baskerville (1757) dari Birmingham - Inggris. Serif yang landai (bracketed) dicoba dibuat lebih menajam ke batang huruf, dan counter huruf-huruf lebih cenderung penekanan vertikal, serta perbedaan tipis tebal batang huruf yang dominan. Kertas wove pertama kali digunakan Baskerville untuk mencetak, dengan permukaan kertas yang lembut memungkinkan mencetak huruf yang sangat tipis dan halus.
  • -Huruf Modern
istilah ”modern” ini terkadangmembuat sedikit Membingungkan karena meskipun Bodoni (1780) membuatdesain hurufpadaabad 18, istilah” modern” initetap dipakai untuk huruf yangdibuat olehnya. Dalam membuat huruf, Bodoni menggunakan unsur tebal tipis batang huruf yang sangat kontras dan menggunakan serif yang tidak melengkung ataupun landai, tetapi dengan menggunakan serif tipis dan lurus 90° pada batang huruf.
  • -Huruf Square / Slab Serif
Jenis huruf : Antique Pelopor : Vincent Figgins pada tahun 1815. Huruf Antique menggunakan batang huruf yang tebal dengan proporsi batang huruf yang sama besar (monolite) dengan serif yang berbentuk persegi (square) dan tebalnya sama dengan batang huruf. Kelompok Slab serif mengingatkan masyarakat Inggris pada piramid Mesir, maka jenis huruf ini disebut Egyptian yang terasa pembuatannya diilhami oleh gaya arsitektur mesir yang kokoh dan berbentuk persegi.
  • -Huruf Sans Serif
Tahun 1835 WilliamThorowgood dan Robert Thorne memasarkan huruf tanpa serif. Huruf tersebut dinamakan Grotesque / gothic dan agar tidak rancu diberi nama sans serif. Selanjutnya huruf sans serif mengalami perkembangan lain karena adanya tuntutan kebutuhan pemakaian huruf dan juga pertimbangan pemasaran. Selain itu mendapat pengaruh pula dengan berdirinya sekolah bauhaus tahun 1919 yang menekankan sesuatu pada hal yang fungsional seperti gagasannya yaitu, what ever is artistic must be functional. Yang berarti sebuah huruf tidak saja menekankan artistik tapi juga harus mudah dipahami dan jelas (legible) bagi pembacanya.
  • -Huruf Novelty
yang biasa disebut huruf display, dekoratif, dan fantasi. Buku-buku sebelum teknik cetak ditemukan umumnya sudah dihiasi dengan huruf penghias atau dekoratif. Kemudian pencetak mencoba huruf initial dari timah yang diukir dengan ornamen tertentu, dicetak dengan satu atau dua warna. Pada masa percetakan buku berkembang sebagai bentuk ”craft”, kecenderungan untuk menghias halaman dengan ornamen terus meningkat seperti terlihat pada judul lengkap, judul bab, dan tailpieces. Huruf novelty banyak digunakan untuk kebutuhan iklan.
  • -Script-Cursive
Jenis huruf : script, lettre courante (paris), secretaryhand (Inggris), Civilite. Pelopor : Robert Granjon diparis 1557 Pada dasarnya menggunakan tangan. Dalam pembuatannya ada dua jenis huruf tulis yaitu cursive yang setiap huruf saling terpisah dan huruf script yang saling menyambung. Huruf script dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: Caligraphic - gaya tulisan berdasarkanpena kaligrafiyang lebar. English Round Hand - gaya tulisan yang formal. Brush Script - gaya tulisan dengan kuas.